BEI Sebut Lima Perusahaan Masih Proses IPO - Kejar Target Emiten Baru

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini resmi telah mencatatkan 20 emiten baru yang listing di pasar modal. Angka tersebut masih jauh dari target tahun ini sebanyak 30 emiten baru. Namun demikian, pihak BEI optimis target IPO tahun ini bakal terealisasi.

Samsul Hidayat Direktur Penilaian BEI menyatakan, setelah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) yang melakukan IPO pada perdagangan Rabu (12/7) ada lima perusahaan lain yang sedang dalam proses. Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Di antaranya adalah sektor pertambangandan properti. Disebutkan, kelima perusahaan tersebut memiliki jenis perusahaan yang beragam. "Mereka pakai buku Maret. Ada perusahaan tekstil dari Bandung (Trisula Textile Industries),"ujarnya di Jakarta, Rabu (12/7).

Sebagai informasi, sampai dengan semester pertama tahun ini sudah ada 18 emiten yang terdaftar dan di kuartal ketiga ada dua perusahaan yang melantai. Sementara anak usaha BUMN masih belum tercatat listing di pasar modal untuk tahun 2017. Padahal sebelumnya, pemerintah menyerukan anak usaha BUMN untuk segera listing di pasar modal guna mendukung ekspansi bisnisnya.

Beberapa anak usaha BUMN yang akan IPO adalah anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA),yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia berharap listing pada September tahun ini. Selain itu, ada anak perusahaan PT Pelindo II yakni PT Jasa Armada Indonesia yang juga akan IPO tahun ini dan jugaPT PP Peralatan yang merupakan anak usaha PT PP (Persero) Tbk.

Ditempat yang sama, Silvano Rumantir sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas (Mansek) mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi lima sampai enam perusahaan yang berniat mencatatkan sahamnya di BEI. Namun sayangnya, perusahaan belum bisa menjelaskan berapa total nilai emisi dari 5-6 perusahaan yang berencana listing tersebut.”Kalau nama-nama serta berapa nilainya saya belum bisa sebutkan sekarang, cuma beberapa atau ada sekitar 2-3 perusahaan dari total 5-6 perusahaan yang lumayan matang untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) saat ini,"ujarnya.

Lebih lanjut Silvano menjelaskan, memang ada sekitar 5-6 perusahaan masuk pipeline Mansek untuk menggelar IPO saham pada tahun ini. Namun, rencana listing perusahaan tersebut juga masih melihat pasar terlebih dahulu. “Beberapa perusahaan ada yang anak BUMN, tapi bukan BUMN yah, terus ada juga yang swasta. Namun saat ini benar-benar baru kick off, dan size nya kami belum tahu karena kami belum tahu valuasi," tuturnya.

Dalam melangsungkan IPO, Silvano mengaku, ada beberapa perusahaan yang memakai Buku Juni 2017. Jika berjalan dengan lancar, diharapkan perusahaan tersebut bisa melantai di Bursa pada tahun ini juga.”Tapi kami tetap akan melihat valuasi nya, market timming, dan kalau benar-benar siap yang kami rekomendasikan buat listing meskipun keputusan tetap di emiten. Kalau kami sih inginnya bisa listing tahun ini,"imbuhnya.

Related posts