Menangkap Peluang Bisnis Tanaman Hias

Sabtu, 14/01/2012

Neraca. Bisnis tanaman hias memang tak ubahnya tren sebuah mode. Pada saat jenis tertentu, banyak peminat yang memburu. Ingatkan ketika tanaman Anthurium, Aglaonema, Adenium, Sanseviera, Puring, atau Euporbia menjadi tren dimedio tahun 2007-2008? harganya pun melambung seharga sebuah mobil. Lalu tren surut ditelan waktu, demikianlah ritme peluang tanaman hias.

Namun salah satu tanaman hias yang tak lekang ditelan waktu adalah tanaman anggrek, salah satu tanaman hias yang berbunga. Budidaya tanaman anggrek terus berkembang. Nilai penjualan pun terus meningkat seiring terus bertambahnya hobiis anggrek, atau sekedar penggemar dan penikmat anggrek.

Budidaya anggrek tidak pernah sepi. Tidak mengenal tren, seperti tanaman hias lainnya. Walaupun hanya datar-datar saja, namun bisnis anggrek tetap hidup dan tumbuh sepanjang masa. Ada beberapa alasan bisnis anggrek tidak akan mati. Bisnis anggrek memberikan peluang yang cukup besar, ia akan tumbuh terus mengikuti romantika jaman.

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang tidak kalah indahnya dengan tanaman hias berbunga lainnya. Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam dan indah dipandang mata. Keindahan bentuk dan bunganya telah membuat tanaman dari keluarga Orchidaceae ini banyak dikoleksi oleh semua orang baik hanya untuk hobi saja bahkan sampai di perjual belikan.

Meski tergolong tipe tanaman yang memiliki kecepatan tumbuh yang relatif lambat, namun cepat lambatnya pertumbuhan setiap jenis anggrek sangat tergantung dari segi pemeliharaan anggrek. Pertumbuhan tanaman anggrek sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam angrek itu sendiri maupun faktor luar.

Faktor dari dalam anggrek itu yakni faktor genetik atau jenis anggrek itu, termasuk anggrek alam atau silangan. Jika jenis anggrek alam maka pertumbuhan dan pembungaan akan relatif sangat lama sekali jika tanpa perlakuan khusus, tapi jika jenis anggrek silangan seperti Dendrobium maka pertumbuhan dan pembungaan relatif lebih cepat.

Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi yakni; intensitas penyinaran cahaya matahari pagi, suhu, kelembaban udara, kebutuhan air, pupuk, serta kecocokan tempat dan media tumbuh, sirkulasi udara, repotting dan serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, teknik budi daya anggrek terutama dalam hal perawatan tanaman perlu diperhatikan sekali agar proses pertumbuhannya dapat dipacu guna meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.

Famili Orchidaceae, merupakan salah satu famili bunga-bungaan yang paling besar, memiliki kurang lebih 43.000 spesies dari 750 generasi yang berbeda. Menurut informasi, sekitar 5.000 spesies anggrek terdapat di Indonesia, dengan penyebaran hampir di seluruh Nusantara. Tanaman anggrek itu sendiri memiliki bermacam fungsi, yang paling utama adalah sebagai tanaman hias yang dinikmati keindahan bunganya karena setiap jenis bunga anggrek memiliki bentuk, corak, warna dan wangi yang khas sehingga semua orang tidak jenuh untuk menikmatinya.

Selain itu tanaman anggrek juga diambil bunganya untuk dicampur dalam pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan bagi masyarakat luas. Anggrek Bulan Lokal (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah sekali, masih merupakan anggrek spesies atau dikenal dengan anggrek alam (lokal), karena mengingat penyebaran terbanyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera.

Anggrek Bulan ini juga bermanfaat sebagai hiasan taman dan rumah yang dinikmati keindahannya. Anggrek ini tergolong jenis epifit yakni menempel di pohon untuk mendapatkan sari makanan akan tetapi tidak merugikan sama sekali bagi inangnya. Anggrek bulan ini tidak suka terlalu lembab atau bahkan kering, karena masih tergolong anggrek alam, maka perlakuannya jika dikoleksi harus disesuaikan dengan kondisi alam asli tempat hidupnya demi kelangsungan hidup dan kecepatan berbunga.

Sebagai komoditas bisnis, Anggrek Phalaenopsis amabilis ini pernah menduduki rangking atas dalam perdagangan tanaman anggrek, karena harganya yang relatif terjangkau namun memiliki sosok bunga yang sangat indah dan bahkan bunganya tahan sampai kisaran hampir enam bulan.

Pada era sebelum ditemukannya atau baru sedikit ditemukannya anggrek silangan, Phalaenopsis amabilis inilah yang mendominasi pasar anggrek nasional. Sampai sekarang pun jenis Phalaenopsis amabilis ini masih banyak sekali peminatnya karena harganya masih relatif terjangkau.

Untuk saat ini pasar anggrek nasional masih tetap stabil dan akan terus stabil sampai selamanya karena tanaman anggrek ini yang dinikmati adalah bunganya dan para penyilang anggrek itu sendiri hampir setiap waktu membuat silangan-silangan baru untuk mempertahankan kestabilan pasar dalam segi bisnis anggrek itu sendiri.

Di Indonesia sendiri juga terdapat, PAI (Perhimpunan Anggrek Indonesia), yang merupakan ajang berkumbul, bertemu, berbisnis para penyilang, petani, pembenih dan pedagang tanaman anggrek itu sendiri dari seluruh penjuru Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan untuk Asia Tenggara, khususnya Thailand. Maka dari itu dapat dilihat bahwa prospek bisnis anggrek sangatlah menjanjikan untuk masa depan dan sangat menguntungkan untuk dijadikan aset berharga bagi Indonesia.