Kilas berita

Rabu, 11/01/2012

Pedagang Kosambi Minta

Tambah Petugas Satpam

Para pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mengeluhkan minimnya personel keamanan atau Satpam yang menjaga pasar itu pada malam hari sehingga riskan terjadi aksi kriminalitas.

"Petugas Satpam sangat terbatas, mungkin hanya tiga orang saja. Padahal paling sedikit idealnya Satpam Pasar Kosambi lebih dari tujuh orang," kata Mustopa salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, Selasa.

Menurut Mustopa, minimnya petugas keamanan sangat riskan terjadi aksi kriminalitas khususnya pada malam hari. Ia berharap ada perhatian dari PD Pasar Kota Bandung untuk meningkatkan keamanan di pasar tradisional itu.

Hal itu menurut Mustopa, sudah disampaikanya kepada setiap pejabat yang berkunjung dan meninjau Pasar Kosambi Bandung, termasuk saat kunjungan Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan pada Senin (9/1).

Bahkan Gubernur Jabar sempat memanggil petugas dari PD Pasar Kota Bandung terkait keluhan pedagang itu. Petugas pasar itu mengakui pengamanan di Pasar Kosambi hanya dilakukan oleh tiga orang Satpam saja.

"Ada tiga orang Satpam Pak," kata petugas PD Pasar Kota Bandung itu.

Mutu Pendidikan Banten

Masuk 10 Besar Nasional

Mutu pendidikan di Provinsi Banten masuk 10 besar tingkat nasional berdasarkan hasil nilai ujian nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kita bangga mutu pendidikan di Provinsi Banten cukup baik dan masuk 10 besar nasional," kata Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Banten Muhammad Nur pada acara seleksi kepala sekolah di Rangkasbitung, Selasa.

Ia mengatakan, selama ini mutu pendidikan di Provinsi Banten cukup baik berdasarkan nilai rata-rata hasil ujian nasional yang diikuti siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Pencapaian nilai UN di Banten menunjukkan keberhasilan pendidikan di daerah ini dan membanggakan pemerintah dan masyarakat, apalagi masuk 10 besar nasional.

"Saya yakin mutu pendidikan di Banten akan semakin baik ke depan, bahkan bisa masuk lima besar nasional," katanya.

Agro Widyawisata Telan

Dana Rp 1, 9 Miliar

Kabupaten Kuningan kembali menggulirkan proyek jalan dalam mendukung program Kawasan Agro Widya Wisata. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 1, 9 miliar yang bersumber dari suntikan APBN dan APBD.

Kepala Dinas Bina Marga Kuningan, H. Rusliadi kepada Harian Ekonomi Neraca, Selasa (10/1), menjelaskan, awal mulanya ide agro widya wisata tersebut, muncul dari Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda.

“Beliau ingin ke depannya ramah terhadap anak dan lingkungan. Apalagi di lokasi tersebut adalah kawasan pertanian. Maka dengan pembangunan trotoar yang terdiri dari drainase jalan, pot bunga besar, pagar diharapkan menjadi kawasan ramah lingkungan dan wisata,” jelas Rusliadi.

Pembangunan trotoar itu sendiri baru pembangunan tahap pertama, rencananya di tahun 2012, trotoar itu pun berada di kanan jalan. Di mana ada jalan setapak yang bisa menembus hutan bungkirit yang berada Kecamatan Cigugur. Penataan itu ditawarkan kepada masyarakat Kuningan, supaya betah, tidak merusak kawasan pertanian dan sebagai fasilitas olahraga.

“Melalui jalan pagi, terutama di hari libur, masyarakat disana akan nyaman. Karena tidak lagi jalan kaki di jalan raya, tapip di trotoar. Selain itu, masyarakat bisa melanjutkan wisatanya ke jalur Bungkirit. Kawasan itu tidak akan diganggu gugat sebagai kawasan pertanian,” paparnya.

Selain pembangunan trotoar di kawasan wisata Pertanian, Bina Marga juga mempunyai ambisi untuk membuat torotar-trotoar indah di beberapa kecamatan. Di tahun 2012 ini, Bina Marga telah mengkonsep pembangunan torotar di Kecamatan Luragung, Cigugur, Kadugede, Cidahu dan Cibingbin. (nung)

Pemkot Tangsel Ajukan

Penyodetan Sungai

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, mengajukan pembuatan sodetan Kali Cisadane sebagai upaya penanganan banjir di Jalan Raya Serpong.

"Kami sudah ajukan pembuatan sodetan menuju kali cisadane kepada Pemprov Banten," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Tangsel, Djudianto di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan, program sodetan di Jalan Raya Serpong hingga ke Kali Cisadane, sudah dikaji sejak tahun 2011.

Rencananya program ini akan direalisasikan pada tahun ini. Saat ini, Pemkot Tangsel terus melakukan koordinasi dengan Pemrov Banten.

"Dikarenakan jalan Raya Serpong merupakan jalan Provinsi, maka penanganan dilakukan sepenuhnya oleh Pemprov Banten. Apalagi kajian tentang penanganan banjir di Jalan Raya Serpong sudah dilakukan sejak tahun 2011," katanya.

Realisasi PBB Pandeglang

Pada 2011 Capai 190,45%

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menjelaskan, realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) daerah itu pada 2011 mencapai 190,45%.

"Secara nasional realisasi penerimaan PBB Pandeglang mencapai 190,45%, ini satu prestasi yang membanggakan," katanya saat penyerahan daftar pelaksanaan anggaran (DPA) satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pandeglang, Senin.

Keberhasilan dalam memungut PBB itu, kata dia, tidak lepas dari kerja keras aparatur pemerintahan, terutama yang bertugas melakukan penagihan pajak tersebut, seperti kecamatan dan kelurahan/desa.

"Masyarakat juga sangat membantu, dengan ketaatannya membayar PBB, dan untuk itu kita dari pemerintah memberikan apresiasi tinggi pada warga Pandeglang," katanya.

Ia juga mengharapkan, agar prestasi tersebut bisa terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga pada 2012 realisasi penerimaan PBB bisa melebihi angka 190,45%.

Disperindag Kota Bogor Gelar Operasi Pasar Beras

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar operasi pasar di tujuh pasar tradisional untuk menekan kenaikan harga beras yang cukup tinggi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor M Sinaga di Bogor, Minggu, menyebutkan operasi pasar (OP) beras digelar sejak Jumat (6/1) hingga harga di pasaran normal kembali. "Dalam operasi pasar ini kami menyiapkan 50 ton beras," katanya.

Sinaga menyebutkan sebanyak 20 ton beras telah disalurkan di dua pasar yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar pada Jumat lalu.

Ia mengatakan OP beras digelar karena kenaikan harga beras di Bogor telah mencapai 10 persen. Harga beras di pasaran rata-rata Rp7.500 per kilogram untuk jenis IR 64.

Dalam OP beras tersebut, menurut dia, Disperindag menjual beras dengan harga Rp6.500 per kilogram, atau selisih Rp1.000 dari harga di pasaran.