Minat Masyarakat Beli Mobil Tawon Cukup Tinggi

Rabu, 11/01/2012

Lebak - Minat masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, untuk membeli mobil Tawon buatan siswa sekolah menengah kejuruan Rangkasbitung yang diproduksi PT Super Gasindo Jaya cukup tinggi.

"Permintaan masyarakat untuk membeli mobil Tawon itu cukup tinggi, setelah mobil jenis metro ditampilkan pada pameran hari jadi Lebak," kata Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Herisnen, di Rangkasbitung, Senin.

Ia mengatakan, pemerintah daerah seringkali mempromosikan mobil karya pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) Rangkasbitung melalui pameran.

Promosi tersebut untuk membantu perusahaan PT Super Gasindo Jaya dalam pemasaran.

Apabila perusahaan tersebut dapat memenuhi permintaan pasar, maka bisa menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Saat ini produksi mobil Tawon memperkerjakan puluhan warga Lebak dan sebagian besar pelajar SMK," katanya.

Menurut dia, produksi mobil karya SMK Rangkasbitung cukup membanggakan karena maksimal kecepatanya 100 km per jam, bahkan Rangkasbitung-Surabaya hanya ditempuh 19 jam.

Mobil Tawon memiliki tiga varian, yakni model bak terbuka, model mini van, serta model tawon. Model terakhir bisa memuat lebih dari tiga orang penumpang.

Ketiga jenis mobil Tawon tersebut semua bisa digunakan dengan bahan bakar premium dan gas.

Saat ini, harga mobil Tawon itu berkisar antara Rp40 juta sampai Rp60 juta per unit.

"Saat pesanan mobil Tawon cukup tinggi dan berharap PT Super Gasindo Jaya membuka gerai pajang di wilayah Banten," katanya.

Sementara itu, Devi Arya Putri, Personel Manager PT Super Gasindo Jaya, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan membuka gerai pajang di Serang, Banten, untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi hasil buatan SMK Rangkasbitung.

"Kami saat ini banyak menerima pesanan dan kami akan membuka show room berlokasi di Kebon Jahe Serang," katanya.

Ia menyebutkan, selama ini permintaan Mobil Tawon cukup tinggi dan bukan hanya kalangan masyarakat saja, tetapi juga pemerintah daerah dan perusahaan swasta banyak yang telah memesan.

Produksi mobil Tawon berawal tahun 2006 di jalan raya Rangkasbitung-Cikande, namun 2010 mengalami sejumlah perubahan desain.

Desain mobil diciptakan pemilik PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto.

Komponen interior dan eksterior seluruhnya produk buatan asli Indonesia, tetapi mesinnya masih didatangkan dari China.

"Kami targetkan 2014 semua komponen produksi mobil Tawon, termasuk mesin diproduksi PT Super Gasindo Jaya," katanya.