Dana Silpa Infrastruktur Cuma Rp12 T

Total Capai Rp96 T

Rabu, 11/01/2012

NERACA

Jakarta—Dana sisa lebih penggunaan anggaran pada 2011 sebanyak Rp 96,6 triliun telah disiapkan untuk berbagai program, dari infrastruktur hingga kemiskinan. Adapun pembangunan infrastruktur lebih ditujukan kepada daerah yang masih “lemah” sekitar Rp 12 triliun. " Nah dari Rp 24 triliun sebesar 50% itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta, (10/1)

Menurut Agus, total dana sisa anggaran lebih (Silpa)pada APBN 2011 yang sebanyak Rp 96 triliun dialokasikan 30% untuk program prioritas atau sekitar Rp 30 triliun. “Dari Rp 30 triliun ini, 20% akan digunakan untuk pendidikan dan ada sisa Rp 24 triliun,” tambahnya

Lebih jauh kata Agus, mengatakan alokasi-alokasi anggaran tersebut masih meminta persetujuan DPR terlebih dahulu. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya memprioritaskan pembangunan daerah terpencil yang aksesnya masih lemah. "Maka diperlukan anggaran untuk infrastruktur yang lebih," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan sebagian dana SAL ini juga akan digunakan untuk program khusus lainnya seperti penanggulangan kemiskinan. "Kita alokasikan juga untuk kemiskinan," pungkas Hatta.

Ditempat terpisah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto mengatakan pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur daerah perbatasan seperti dengan Timor Leste dan Malaysia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. "Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka keterisolasian di perbatasan dengan daerah lainnya, " katanya di Denpasar, Selasa (10/1)

Lebih jauh kata Joko, fokus pembangunan infratruktur dalam kerangka MP3EI itu, semata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab umumnya, mereka yang tinggal di perbatasan kondisinya terisolasi dengan daerah lainnya. Karena itu, mereka sering tidak mendapat kue pembangunan atau jarang tersentuh akses informasi penting lainnya. "Kalau ada apa-apa, mereka tidak kebagian, kita buka keterisolasiannya supaya hidupnya lebih baik dan lebih sejahtera," imbuh alumnus ITB ini.

Dengan meningkatnya saran dan prasarana menunjang aktivitas masyarakat seperti jalan, sehingga mereka tidak tertarik kepada negara seberang atau negara tetangga. Jika mereka selalu melihat masyarakat di negara seberang, seolah kaya-kaya dan hidupnya lebih sejahtera, dikhawatirkan mereka akan melirik dan bisa hijrah ke negara tetangga. "Karena itu kita sejahterakan mereka dari sisi kita," tegasnya

Namun soal besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk menggenjot infrastruktur di daerah perbatasan, Joko mengaku tidak hafal karena tidak pegang data. Proyek-proyek untuk memperkuat infrastruktur tersebut, bakal didanai dari APBN dan sumber-sumber lainnya termasuk dari Sisa Anggaran Lebih (SILPA) 2011.

Serapan tambahan anggaran Silpa, kata dia makismal Rp3,9 triliun dengan syarat dikasihkan ke PU, jika dikeluarkan pada bulan-bulan ini. "Itu pun jika sejak awal dikasih, selama masih bulan ini, bisa digunakan kalau keluarnya pada bulan Oktober sampai Desember, kita tidak bias,” imbuhnya. **bari/cahyo