Harga Komoditas Pangan Tercatat Relatif Stabil - Akhir Ramadhan

NERACA

Jakarta – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan hingga pekan terakhir Ramadhan 1438 H harga jual komoditas pangan relatif stabil, bahkan jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Sampai pekan terakhir, komoditas pangan harganya stabil. Kami mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah," kata Syarkawi disalin dari Antara.

Syarkawi mengapresiasi upaya pemerintah melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang mampu meredam gejolak harga pangan selama Ramadhan 2017 sehingga harga jual eceran pangan utama seperti daging sapi, bawang putih, gula, dan minyak goreng yang harganya relatif stabil.

Berdasarkan pantauan dan inspeksi mendadak yang dilakukan KPPU, harga-harga komoditas pangan masih relatif stabil dan sesuai dengan ketetapan harga eceran tertinggi untuk produk yang ditetapkan.

Misalnya harga daging sapi beku Rp80.000 per kilogram, gula pasir Rp12.500 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp11.000 per kilogram. Harga daging sapi premium juga masih normal di kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Padahal, tahun sebelumnya harga daging sapi bisa mencapai Rp170.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Rp23.000 per kilogram. "Kami cukup senang dengan situasi harga yang ada, terutama daging sapi. Pasokan sapi cukup, rumah potong hewan juga memotong dan memasok daging ke ritel dengan jumlah yang sangat cukup sehingga pasokan di pasar stabil," tuturnya.

Komisioner KPPU Nawir Messi juga mengapresiasi masyarakat yang turut berpartisipasi mencegah kemunculan spekulan di pasar yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga. "Ini cukup menggembirakan. Kami mengapresiasi konsumen dan para ibu rumah tangga yang sudah sangat bijak untuk menekan kemunculan para spekulan di pasar," katanya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyiagakan personil baik dari satuan petugas (satgas) pangan maupun dinas perindustrian dan perdagangan di 70 kabupaten/kota untuk memantau ketersediaan bahan pokok pada wilayah tersebut.

"Jika ada dugaan terjadi stok yang berkurang, Satgas Pangan berkoordinasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan tidak boleh memantau saja tetapi harus lihat ke gudang stok aman atau tidak, kemudian didistrubusikan," kata Menteri Enggar usai meninjau Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta Timur, sebagaimana disalin dari Antara.

Enggar menjelaskan pihaknya juga telah bekerja sama dengan distributor bahan pokok pada 70 wilayah tersebut untuk memastikan tidak terjadi kekurangan stok di tingkat pengecer dan konsumen.

Ia menegaskan jika pemasok tidak memenuhi stok atau tidak mendistribusikan barang, Kemendag akan mencabut izin ekspor perusahaan tersebut, terutama bagi importir yang menimbun persediaan barang di gudang untuk memainkan harga.

Perum Bulog juga telah diperintahkan untuk segera menyerap komoditas jika harganya turun terlalu tajam di bawah harga acuan, seperti bawang merah yang hanya dihargai Rp11 ribu per kilogram di Brebes hingga cabai merah keriting dengan harga bervariasi Rp2 ribu sampai termahal Rp10 ribu.

Menurut Enggar kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di kabupaten dan kota lain bergantung pada kondisi di DKI Jakarta sebagai parameter. "Kita lihat kondisi di DKI Jakarta, begitu terjadi kekurangan akan ada gejolak di daerah lain. Beras, gula, bawang, indikatornya sangat dilihat dan ditentukan dari pasar induk. Peranan food station Cipinang memang luar biasa dalam keseimbangan ini," ungkapnya.

Ada pun Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memaparkan stok beras mencapai 39.767 ton, gula pasir sebesar 432 ton dan minyak goreng 422 ribu liter. "Saya laporkan bahwa stok beras di Cipinang 39.767 ton. Batas amannya harus di atas 30 ribu ton. Cadangan beras di 'food station' terbilang aman. Alhamdulillah bulan puasa tahun ini harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil," kata Djarot.

Menteri Enggar bersama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Sabtu meninjau stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur kemudian melanjutkan ke Rumah Pemotongan Ayam (RPA) Matahari Abadi Plastikatama, Cakung, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk mengawasi pendistribusian bahan pokok ke berbagai wilayah di Indonesia, khususnya untuk toko atau ritel modern yang wajib menerapkan skema Harga Eceran Tertinggi (HET) bahan pokok penting. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa jika terdapat ritel atau toko modern yang kekurangan pasokan, dalam waktu dekat akan dipenuhi.

BERITA TERKAIT

Lagi, Matahari Buka Tiga Gerai di Akhir Tahun

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bakal membuka dua gerai department store di  bulan November ini serta satu gerai specialty store Nevada pada  Desember di tahun 2017 ini. …

SML Hadirkan Clustter Hyland di Balikpapan - Tawarkan Harga Terjangkau

NERACA Jakarta - Sinar Mas Land (SML, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia di awal bulan Oktober 2017 resmi…

Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Stabil

Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Stabil NERACA Sukabumi - Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat stabil karena lancarnya…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Dunia Usaha - Iperindo Sesalkan BUMN Pelayaran Masih Impor Kapal Bekas

NERACA Jakarta - Belum lama ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membeli enam kapal bekas dari luar negeri,…

Penilaian Kadin - TEI 2017 Buka Akses Pasar Ekspor Nontradisional

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa penyelenggaraan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 mampu…

Pameran Terpadu - Indofair 2017 Dorong Kerja Sama IKM RI-Suriname

NERACA Jakarta – Indonesia dan Suriname bersinergi dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) melalui penyelenggaraan pameran terpadu Indofair 2017…