Penerbitan Global Bond Tunggu Momen

Selasa, 10/01/2012

NERACA

Jakarta--- Penambahan utang melalui penerbitan global bond (surat utang) tampaknya sudah menjadi target pemerintah. Karena itu pemeritah terus melakukan berbagai macam persiapan, termasuk menyiapkan prosesnya. “Penerbitan global bond akan tetap dilakukan. Sekarang sedang dilakukan persiapan, prosesnya pun sedang dilakukan,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawati di Jakarta,(9/1)

Namun menurut Anny, pemerintah belum bisa memastikan peneribatan global bond tersebut. Alasanya pengkajian itu memerlukan berbagai pertimbangan, termasuk semua factor. “Kita sedang melihat semua faktor,"tegasnya.

Anny mengakui saat ini Dirjen Pengelolaan Utang guna sedang menunggu waktu yang tepat soal global bond ini. Namun Anny yakin penerbatan global bond ini bisa mengalami kelebihan permintaan. "Kalau masalah oversubscribe tampaknya pasti. Namun saya belum bisa memastikan kapan waktunya," ujarnya

Terkait dampak invesment grade, Anny mengakui dampak investment grade sendiri sudah dirasakan sebelum status itu diberikan. Hal ini dapat dilihat dari yield Indonesia yang rendah. Yang penting sekarang ini mengantisipasi capital inflow yang membanjiri Indonesia.

Lebih lanjut Anny, mengatakan untuk antisipasinya akan digerakkan melalui sektor riil agar tidak menyebabkan bubble di sektor keuangan. "Kita kan belajar dari banyak negara, kalau kita tidak manage dan tidak linked dengan baik dengan sektor riil dia gampang masuk dan gampang keluar, dan itu akan membuat goncang ekonomi," jelasnya.

Anny juga mencontohkan dengan fluktuasi rupiah yang terus melemah atau menguat. Menurutnya ini tidak perlu dirisaukan, karena yang perlu dirisaukan apabila ada fluktuasi yang luar biasa. "Capital inflow harus di-manage supaya dia link dengan sektor riil supaya dia longterm di sini digunakan untuk investasi. Itu sebabnya kita tadi bicara juga dengan Korea bagaimana kita melakukan perbaikan dalam quality spending kita. Sekarang sudah ada tim monitoring dan evaluasi dengan pak Kuntoro Mangunsubroto, saya dan BPKP itu dan kita sudah mulai jalan," ungkapnya

Ditempat terpisah, Ketua DPR Marzuki Alie menggaris bawahi mengenai realisasi APBN 2011 yang dinilai payah. Pasalnya belanja modal untuk infrastruktur dalam APBN 2011 tidak optimal. "APBN 2011 belanja modal tidak optimal. Sehingga tidak mampu menggerakkan perekonomian domestik dan sektor riil," jelasnya

Menurut Marzuki, DPR menilai serapan anggaran hingga akhir tahun 2011 yang tidak optimal menunjukkan adanya permasalahan dalam pengelolaannya. Ada beberapa aspek, sambung Marzuki di mana perlu dievaluasi. "Antara lain lemahnya perencanaan program dan kegiatan, lemahnya perencanaan koordinasi antara unit perencana dan pelaksana dan lemahnya pelaksanaan kegiatan," cetusnya

Lebih jauh Politisi Demokrat ini menyampaikan jika sejumlah kelemahaan tersebut mengakibatkan seringnya dilakukan revisi anggaran. “Penyerapan yang menumpuk di akhir tahun maka akan ada kecenderungan mengabaikan prinsip-prinsip akuntabilitas,” pungkasnya. **cahyo