Gejala Overheating Dinilai Masih Jauh

Selasa, 10/01/2012

NERACA

Jakarta-- Pemerintah tetap optimis derasnya capital inflow ke Indonesia, terkait investment grade tak akan mendorong perekonomian nasioanal bergerak mengalami overheating pada 2012. "Saya tidak melihat adanya gejala tersebut. Overheating itu akan terlihat bila sektor industri tidak tumbuh. tapi sektor industri kita kan cukup ekspansif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kala ditemui di kantornya, di Jakarta, Senin (9/1)

Menurut Hatta, salah satu sektor industri yang tumbuh yaitu sektor manufaktur pada kuartal III-2011 yang tumbuh sekitar 6,7% . Tentu saja pertumbuhan ini menandakan bahwa investasi terus meningkat di Indonesia. "Saya perkirakan tumbuh lebih besar, seiring meningkatnya investasi, di samping semakin banyak sektor infrastruktrur, tapi juga industri-industri manufaktur berbasis sumber daya akan semakin meningkat," tambahnya

Bahkan Hatta sangat yakin sektor infrastruktur tetap akan tumbuh ekpansif pada 2012. Apalagi ada tax holiday makin membuat investor bergairah. “ atu hal menggembirakan, mulai terlihat keinginan investor masuk ke petrochemical yang selama ini mandek di Indonesia, seiring dengan kita berikan tax allowance dan tax holiday. Yang tadinya petrochemical margin kecil dan semakin banyak impor, sekarang minat itu cukup besar," terangnya

Selain industri manufaktur, kata Hatta, industri pendukung pun akan meningkat pada 2012., juga akan diberikan insentif. “Saya perkirakan semakin banyak industri-industri yang memerlukan atau diperlukan industri-industri lain, dalam arti industri pendukung seperti bahan baku yang trennya meningkat impor akan kita berikan insentif disini," imbuhnya

Ditempat terpisah, Chief Economist Taimur Baig memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan hingga mencapai sekira enam persen di tahun 2012 dari sebelumnya 6,5%. "Kami justru memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai sekitar 6% di 2012," ungkapnya

Lebih jauh kata Taimur, dengan didukung oleh kuatnya daya beli dan keyakinan bisnis maka perekonomian Indonesia diprediksi mengalami penguatan. "2011 merupakan tahun yang bersejarah bagi Indonesia yang ditandai dengan perekonomian yang kuat, sentimen investor yang sehat, inflasi yang di bawah tren serta pasar komoditas yang positif," jelasnya.

Menurut Taimur, kinerja perekonomian Indonesia di 2011 juga sangat mengesankan karena terjadi ketika momentum pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. "Meskipun melemahnya pasar komoditas dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di 2012, kami percaya bahwa perekonomian akan terus bergerak maju dan menjaga momentum dari sebagian besar sektor penggerak pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Taimur menambahkan hal ini akan menjadi landasan kuat yang mendorong konsumsi dan investasi yang kemudian akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan sekaligus menegaskan sentimen positif di sepanjang 2012. "Kami memperkirakan kontribusi ekspor bersih juga mengalami penurunan tetapi tidak signifikan yakni sebesar 0,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi investasi kami memperkirakan aktivitas yang kuat pada sektor pertambangan, transportasi, infrastruktur, dan ritel," pungkasnya.**cahyo