Layanan Kapal Cepat di Wakatobi Masih Tertunda - Tak Ada Alokasi Anggaran

Wisatawan yang berlibur di Wakatobi, Sulawesi Tenggara belum bisa menikmati layanan kapal cepat yang sebelumnya dijanjikan pemerintah daerah setempat sampai akhir tahun ini.Pasalnya Pemerintah Kabupaten Wakatobi belum menyediakan anggaran pembuatan kapal cepat yang akan merangkai empat pulau besar di kabupaten tersebut, yaitu Pulau Wangiwangi, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko yang banyak dikunjungi wisatawan pecinta air.

"Pembangunan kapal cepat seperti yang direncanakan Bupati Wakatobi, belum dapat dilaksanakan tahun ini karena tidak dialokasikan anggarannya," kata Ketua DPRD Wakatobi Muhammad Ali, dikutip dari Antara, Jumat (9/6).

Ali menuturkan DPRD tidak dapat memastikan apakah wacana yang dikampanyekan Bupati Aruhawi Ruda saat pemilihan kepala daerah bisa direalisasikan tahun ini. Karena para kepala satuan kerja perangkat daerah atau SKPD yang menyusun rencana dari pelaksanaan berbagai program pembangunan yang akan dijalankan, telah diganti. "Seharusnya, bupati Wakatobi tidak tergesa-gesa mengganti para kepala SKPD yang memahami betul pelaksanaan program pembangunan yang direncanakan," katanya.

Sebelumnya, Aruhawi Ruda mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan membangun kapal cepat untuk merangkai empat pulau besar Wakatobi demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurut Aruhawi, kapal cepat yang akan dibangun tersebut berkecepatan 42 knot per jam."Dengan kapal tersebut, para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara akan lebih mudah menjangkau semua objek wisata yang ada di empat pulau besar di Wakatobi," katanya.

Ia mengatakan, selama ini, hanya pulau Hoga di Kaledupa dan One Mombaa di Tomia yang sering dikunjungi para wisatawan. Padahal kata dia, hampir seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi seluas 1,5 juta hektare itu, menawarkan keindahan alam bawah laut yang luar biasa. "Bahkan, ada pulau di Wakatobi bernama Pulau Runduma yang dipercaya dapat menghilangkan segala penyakit yang diderita ketika berada di pulau tersebut," katanya.

Selama ini kata dia, pulau tersebut tidak pernah dikunjungi para wisatawan karena jaraknya cukup jauh dari Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi. Dengan kapal cepat yang akan dibangun, pulau tersebut sudah bisa dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tanggap mempersiapkan homestay di tujuh taman nasional. Dukungan juga makin komplet dengan bergabungnya United Nations Development Programme (UNDP) yang ikut memberikan bantuan teknis untuk membangun homestay.

Sebagai langkah awal UNDP akan membangun homestay di wilayah Taman Nasional Wakatobi, sebagai upaya mendukung konservasi laut.

“Nantinya homestay dikelola masyarakat setempat, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat bisa terbantu. Mereka akan menjadi penjaga kelestarian seluruh taman nasional karena itulah harta yang paling berharga yakni taman nasional itu sendiri, taman yang dilihat wisatawan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Related posts