Intip Bisnis Rental Mobil Jelang Lebaran

Bisnis rental mobil kini kembali menggeliat jelang bulan Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, banyak masyarakat, terutama mereka yang bekerja di perantauan, sudah mulai melakukan pemesanan untuk menyewa mobil yang rencananya akan digunakan untuk pulang ke kampung halaman ketika musim mudik Lebaran tiba. “Untuk tahun ini, sejak empat bulan sebelum puasa, sudah full booking,” kata Arman Juliansyah, pemilik A3 Rental yang berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta.

“Mobil dengan kapasitas luas, seperti multi-purpose vehicle (MPV), masih menjadi primadona masyarakat yang ingin mudik karena selain dapat menampung penumpang dalam jumlah banyak, bagasi yang ditawarkan mobil jenis ini pun dirasa cukup lapang,” tambahnya.

Untuk menarik lebih banyak konsumen, biasanya pengusaha rental memberikan harga paket ketika menyewakan mobil mereka di momen-momen khusus seperti Lebaran. Dengan harga paket, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk menyewa mobil juga semakin terjangkau, selain tambahan hari sewa dan juga kondisi mobil yang prima. “Kalau Lebaran, memang sistem paket yang digunakan dan paketnya bisa selama 10 hari. Kami juga memberikan bonus satu hari untuk konsumen yang melakukan penyewaan dengan sistem paket. Kami sendiri sudah mulai menerima pemesanan rental sejak empat bulan sebelum Ramadan.”” jelas Angga Raditya, pemilik rental Mitra Kencana yang berlokasi di Depok.

Hal berbeda dialami oleh Andi, pemilik PT Cililitan Utama Jaya, yang mengatakan hingga pekan kedua Ramadan, belum ada satu pun pesanan yang masuk padahal pada tahun 2016 lalu dia bisa mendapat pesanan sewa 25 unit mobil sejak awal Ramadan, bahkan sampai harus menambah 5 unit mobil. Sedangkan tahun ini, 10 unit mobil saja belum laku dipesan . "Tahun ini, masuk minggu kedua Ramadan , belum ada sama sekali (pesanan)," ujar Andi.

Hal senada juga dialami Arsel, pemilik rental mobil CV Putra CUJ, menurutnya belum mendapat pesanan mobil mudik Lebaran. "Saya belum terima booking sampai hari ini. Kalau buat mudik biasanya 2 minggu Ramadan sudah ke-booking semua. Ini belum ada," terang Arsel.

Menurut Arsel, sepinya peminat rental mobil karena Lebaran kali ini berdekatan dengan Tahun Ajaran Baru. Alhasil, para orang tua juga harus menyiapkan dana untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Apalagi, biaya rental mobil untuk mudik juga tidak sedikit. Arsel mencontohkan, mini bus biaya sewanya Rp 3 juta untuk 5 hari mudik,

Biaya itu belum termasuk jasa supir (bila dibutuhkan) sebesar Rp 200 ribu per hari. Belum lagi, penyewa juga harus menanggung ongkos bahan bakar. "Sepi karena tahun ajaran baru kayanya. Keperluan anak sekolah kan enggak main-main. Yang baru masuk sekolah lah, butuh banyak perlengkapan," jelas Arsel.

Maraknya Mobil Murah

Selain itu, Arsel menambahkan, sepinya penyewa juga dipicu maraknya mobil murah juga ikut mempengaruhi bisnis rental. "Banyak juga mobil murah sekarang. Dari situ mulai menurun. Saya dulu punya 12 unit, sekarang tinggal 5," terang Arsel.

Taufik Hidayat, salah satu staf C&J Car Rental di Jakarta Timur juga menyebutkan, bisnis penyewaan mobil terpukul lantaran makin banyaknya mobil murah (low cost green car atau LCGC) yang diluncurkan oleh berbagai pabrikan. Pada musim liburan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 lalu misalnya, meski mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa, namun angka kenaikan penyewa mobil tidak terlalu signifikan.

“Kebanyakan sudah punya mobil, jadi jarang yang memilih menggunakan mobil rental untuk ke luar kota atau liburan. Banyaknya mobil murah dengan kisaran harga yang terjangkau membuat masyarakat lebih tertarik untuk membeli mobil baru dibandingkan dengan menyewa,” ujarnya.

Related posts