Langakah Mengevaluasi Bisnis

Ketika menjadi pengusaha sejati harusnya tidak takut pada kritikan, tantangan dan tentunya evaluasi. Dengan evaluasi Anda bisa jelas menerima apa saja kelemahan dan kelebihan dari usaha bisnis tersebut. Selain itu dengan adanya kelemahan dan kekurangan tersebut Anda bisa memperbaiki usaha menjadi lebih baik. Untuk itu berikut mengevaluasi usaha atau ide bisnis.

1. Untuk Jangka Panjang

Apakah usaha yang dimiliki merupakan ide atau usaha dalam jangka panjang? Hal seperti ini haruslah ditanyakan pada bisnis dan juga rencana usaha anda. Apakah itu bergantung pada sumber daya yang sangat spesifik yang mungkin tidak tersedia dalam waktu dekat? Namun jika ide atau usaha Anda memiliki peluang atau kemungkinan usaha yang panjang maka Anda bisa menggunakan bisnis tersebut. Mungkin Anda hanya tinggal mengatasi hal kecilnya saja seperti layaknya masalah sumber daya manusia, fluktuasi harga atau pasar dan lainnya.

2. Permintaan

Permintaan merupakan evaluasi selanjutnya yang bisa dilakukan. Di mana pasar meminta hal yang disediakan oleh Anda atau tidak. Jangan sampai Anda membuka usaha yang justru tidak diminati oleh masyarakat.

Tetapi jika ide bisnis cenderung lebih sesuai dengan permintaan masyarakat terutama dikategorikan kebutuhan seperti pakaian, makanan maka akan lebih menarik pelanggan jika unik. Permintaan juga bisa menjadi inspirasi dalam membuat ide usaha yang memang bisa mendongkrak usaha tanpa harus berkoar promosi A, B atau C.

3. Resiko Usaha

Hampir tidak mungkin memprediksi bagaimana hasil dari usaha atau ide usaha yang didirikan. Anda tidak bisa menebak respon orang atau manusia terhadap usaha Anda, karena pelanggan adalah manusia yang memiliki akal. Untuk itu Anda bisa melihat atau melakukan survei menyeluruh untuk ide usaha.

Bagaimana respon mereka, apa tanggapan mereka terhadap produk milik Anda dan bagaimana riset pasar yang dilakukan, termasuk berhasil atau justru gagal. Untuk tahu seperti apa responnya Anda harus mendirikan dulu usaha baru tahu. Hal ini telah menjadi risiko dari pendiri usaha dan juga kemungkinan yang harus diterima. Selain hal tersebut masih banyak risiko yang banyak hal yang harus bisa dihadapi oleh pengusaha. Seperti persaingan, modal yang kekurangan dan lainnya.

4. Target Pasar

Target pasar merupakan poin utama selanjutnya dalam mendirikan usaha atau bisnis. Untuk itu sebagai evaluasi Anda bisa melihat sendiri bagaimana sasaran untuk bisnis atau usaha. Jika ingin sukses maka Anda harus memikirkan target sasaran atau kepada siapa bisnis ini ditujukan, apakah mereka anak remaja, kalangan dewasa atau untuk anak-anak. Jika bisa menarik target pasar dengan tepat untuk sasaran usaha ini, maka Anda bisa mengatakan bahwa bisnis tersebut sudah beranjak sukses.

BERITA TERKAIT

Geliat Bisnis Bank Mayora di Pasar UMKM - Manfaatkan Jaringan Distributor

NERACA Jakarta – Kuatnya brand Mayora sebagai salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di Indonesia, menjadikan Bank Mayora begitu…

Penjualan RIMO Melesat Tajam Hingga 27 Kali - Banting Stir Bisnis Properti

NERACA Jakarta - Sejak beralih ke bisnis properti, penjualan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) melonjak drastis. Perusahaan yang sahamnya…

Wom Finance Tak Gentar dengan Ketatnya Bisnis Pembiayaan

Wom Finance Tak Gentar dengan Ketatnya Bisnis Pembiayaan NERACA Jakarta – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) melaksanakan kegiatan Public…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Gigit Untung Usaha Olahan Ayam Serba Pedas

Makanan berbahan ayam memang terus dikejar oleh penikmatnya, apalagi  kliner makanan ini disajikan serba pedas pasti makin menggigit lidah. Maklum,…

Teguk Manisnya Usaha Minuman Berbahan Coklat

Meski gerai minuman jenis baru bermunculan, masih banyak orang memilih legitnya minuman coklat. Coklat yang dianggap mampu menggugah rasa bahagia…

Kiat Memulai Bangun Bisnis

Sebelum memulai bisnis, Anda harus tahu bagaimana passion dan kemampuan diri. Passion dapat terlihat ketika mengetahui apa yang Anda suka…