Bulan Depan, Desa Sanur Gelar Lomba Layang layang

Lomba Layang-layang di Desa Sanur, Bali, bakal digelar pada 22-23 Juli 2017 mendatang. Dalam perlombaan tahunan yang digelar untuk memikat wisatawan tersebut, panitia menetapkan dua syarat bagi peserta yang ingin ikut serta tahun ini. Kadek Suprapta Meranggi, Ketua Panitia Lomba Layang-layang Desa Sanur menuturkan dua syarat tersebut adalah layang-layang yang boleh ikut dalam lomba harus memiliki teknologi bongkar pasang (knockdown) serta harus ramah lingkungan.

Menurut Kadek Suprapta, setiap kali lomba layang-layang Sanur digelar, selalu menimbulkan kemacetan lalu lintas akibat ukuran layang-layang yang dibawa peserta ke lokasi lomba sangat besar. Layang-layang yang dilombakan berjenis Bebean, Janggan, Pecukan dan kreasi.

"Setiap kegiatan perlombaan itu menimbulkan kemacetan lalu lintas. Karena itu kami menetapkan salah satu persyaratan kepada peserta agar layangannya bisa dibongkar pasang," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (13/6).

Sementara syarat ramah lingkungan yang dikehendaki panitia menurutnya harus diterjemahkan peserta untuk tidak meninggalkan sampah di area lomba. Panitia telah menggandeng LSM Malu Dong untuk diajak melakukan sosialisasi dalam menjaga kebersihan di tempat lomba tersebut.

Terlebih peserta lomba layang-layang tiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan untuk tahun ini diperkirakan mencapai 1.800 peserta. Selain itu, lomba layang-layang di Bali selalu disaksikan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dalam penilaian lomba kali ini tidak hanya menilai layang-layang, tetapi juga menilai kebersihan setiap peserta agar peduli terhadap lingkungan. Hal ini akan mempengaruhi sekali terhadap penilaian yang dilakukan," jelasnya.

Related posts