Area Bekas Tambang Kini Jadi Objek Wisata Baru

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berencana menyulap beberapa area bekas tambang bijih timah yang banyak terdapat di daerahnya sebagai objek wisata baru. Ibnu Saleh, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bangka Tengah menuturkan, dengan begitu daerahnya bisa menarik lebih banyak wisatawan dan menjadikan lahan tidur tersebut menjadi produktif. "Kerusakan lingkungan akibat tambang timah harus disikapi dengan mengolah dan mengembangkan lahan bekas tambang itu menjadi kawasan wisata, atau kolam perikanan dan peternakan bebek," kata Ibnu, dikutip dari Antara, Selasa (13/6).

Ia menyebut, Bangka Tengah memiliki sekitar 3.000 hektare area bekas tambang yang tidak berproduksi lagi. Menurutnya, hanya sebagian kecil dari area konsesi tersebut yang pernah digarap menjadi lahan tambang bijih timah."Jadi sebagian besar masih berwawasan lingkungan," katanya.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa objek wisata bekas tambang yang menjadi populer karena sering dikunjungi wisatawan yang gemar mengabadikan dan menyebarkannya lewat media sosial.Dirangkum dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa diantaranya

1. Danau Kaolin di Bangka Belitung

Danau kaolin merupakan bekas galian tambang timah berbentuk cekungan yang menampung air hujan karena sudah tidak berproduksi lagi. Warna air danau kaolin yang biru kehijauan serta gundukan tanah bekas tambang yang berwarna putih sangat indah untuk di foto. Di Provinsi Bangka Belitung, setidaknya ada tiga danau kaolin yang populer yaitu Danau Kaolin Tetli di Bangka, Danau Kaolin di Belitung, dan Danau Kaolin Air Bara di Bangka Selatan. Namun, wisatawan di daerah tersebut diminta untuk tidak mandi atau menggunakan air dari Danau Kaolin karena diduga mengandung radiasi.

2. Brown Canyon di Semarang

Brown Canyon merupakan kawasan wisata perbukitan batu padas bekas pertambangan pasir di Semarang, Jawa Tengah.Sesuai namanya, daerah ini didominasi warna tanah kecoklatan yang sangat indah untuk diabadikan.Satu-satunya kekurangan Brown Canyon adalah masih sering dilalui truk pengangkut tanah dan pasir yang menimbulkan debu.

3. Bukit Jamur di Gresik

Bukit jamur di Kelurahan Bungah, Gresik, Jawa Timur merupakan bekas area tambang batu kapur yang menjadi bahan baku pabrik semen di daerah tersebut.Bukit jamur memiliki banyak mushroom rock dengan berbagai ukuran, yang muncul karena fenomena angin yang mengikis tanah dan pasir di bagian bawah batuan yang lebih solid. Selama bertahun-tahun, fenomena alam itu membentuk batuan yang mirip jamur dan biasanya terjadi di daerah kering.

4. Gua Tambang di Sawahlunto

Selama kurun waktu 1898 sampai 1932, Kota Sawahlunto di Sumatera Barat terkenal sebagai salah satu kota penghasil batu bara. Tidak heran jika di perut kota tersebut masih terdapat terowongan bawah tanah, bekas jalur transportasi batu bara dari titik produksi terdalam sampai di bawa ke permukaan. Kini, terowongan sepanjang 185 meter tersebut sudah direnovasi dan menjadi salah satu objek wisata andalan Sawahlunto.

BERITA TERKAIT

Produksi Tambang Delta Dunia Tumbuh 20% - Bisnis Kembali Menggeliat

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memproduksi batubara sebesar 33,8 juta ton periode Januari-Oktober 2017.…

ACES Buka Gerai Baru Ke-15 di Purwokerto

Menjelang tutup akhir tahun, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) kembali membuka gerai baru. Gerai ini merupakan gerai baru ACES…

Tekan Efisiensi, Holding BUMN Tambang Tidak Efektif

NERACA Jakarta –Keputusan pemerintah yang akan membuat holding BUMN sektor pertambangan masih dinilai skeptis dari pelaku pasar dan justru dinilai…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote" Masih lekat dalam ingatan sepenggal lirik dari lagu iklan mie instan…

Ambon Menuju Kota Musik Dunia

Pemulihan Kota Ambon terus dilakukan pasca konflik silam. Kini Ambon terus berlari untuk menobatkan diri sebagai "Kota Musik" dunia."Ambon manise",…

Parade Budaya Bahari di Wakatobi

Siang itu panas terik sinar matahari terasa menyengat kulit. Jam di tangan menunjukkan pukul 14.00 WITA. Saya pun mempercepat langkah…