Kebutuhan Bank Infrastruktur Mendesak - Terkait Proyek MP3EI

NERACA

JAKARTA- Guna mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur , terutama yang masuk dalam program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Program Ekonomi Indonesia), maka pemerintah secepatnya membentuk lembaga yang khusus menangani infrastruktur. "Pendirian bank infrastruktur menjadi perlu untuk mengcover kebutuhan ini,” kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Ryan, lembaga ini sebaiknya berbentuk bank, karena lebih prudent menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat. “Struktur bank lebih tepat dibandingkan lembaga yang lain karena akan lebih mudah dalam menghimpun dan menyalurkan kredit," tambahnya

Ryan menambahkan pembiayaan pembangunan infrastruktur butuh dana besar dan lama, sedangkan pembiayaan dari perbankan terbatas karena adanya regulasi tentang batas pemberian kredit Dengan pendirian bank infrastruktur, menurut Ryan, akan lebih prudent ke masyarakat. Bank Indonesia (BI) dinilai tak perlu membuat Undang Undang khusus untuk pendiriannya. "Pakai UU Perbankan biasa saja. Masalah modalnya bisa seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang mengumpulkan dana dari masyarakat dan juga pengeluaran obligasi," terangnya

Meskipun pendirian bank infrastruktur dirasa sudah mendesak, Ryan bukan berarti mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat bank yang sama sekali baru. Pasalnya, pendirian bank baru, akan memerlukan waktu sekira tiga tahun dengan modal yang cukup besar. "Pemerintah sebagai pemegang saham terbesar di bank BUMN misalnya, dapat memilih salahsatu bank tersebut untuk menjadi bank infrastruktur. Bila hal ini terlalu berat karena bank BUMN sudah Tbk (berbentuk perseroan), pemerintah juga bisa mengarahkan mereka untuk melakukan sindikasi," jelasnya.

Skema penyelesaian mendesak lainnya, juga dapat berbentuk arahan bagi bank BUMN dan bank swasta untuk melakukan sindikasi membiayai proyek pembangunan infrastruktur. "Pemerintah juga bisa secara aktif mengarahkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk secara aktif terlibat pembiayaan infrastruktur karena mereka kan punya BPD (Bank Pembangunan Daerah)," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menegaskan, demi pembangunan infrastruktur sudah saatnya pemerintah membentuk bank infrastruktur tersendiri. Apalagi hampir di seluruh negara ada bank infrastruktur yang dibentuk untuk mendukung pendanaan infrastruktur jangka panjang. "Untuk pembangunan infrastruktur yang baik, melihat pengalaman berbagai negara, sudah perlu. Bentuknya bisa bank, bisa juga nonbank," tutur Darmin di Jakarta, akhir pekan lalu. **cahyo

BERITA TERKAIT

Inilah Hasil Survei PoliticaWave Terkait Percakapan Medsos Pasangan Capres

Inilah Hasil Survei PoliticaWave Terkait Percakapan Medsos Pasangan Capres NERACA Jakarta - Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut…

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal NERACA Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018 Deddy Mizwar menyatakan proyek…

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…