Setoran Pajak Pertamina Capai Rp265 T - Selama 6 Tahun

NERACA

Jakarta---Setoran pajak PT Pertamina (Persero) selama 6 tahun mencapai Rp265 triliun. Namun total setoran pajak ini terdiri dari berbagai macam pajak. Yang jelas, PT Pertaminan selama 2011 memberikan kontribusi pajak negara sebesar Rp 50,9 triliun. “Setoran pajak tersebut merupakan yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir," kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun kepada wartawan di Jakarta,8/1

Menurut Harun, jumlah setoran pajak Rp50,9 triliun ini naik sekitar dua setengah kali lebih besar dari perkiraan keuntungan Pertamina 2011 Rp 20,7 Triliun (unaudited). “Setoran pajak Pertamina juga dipastikan akan terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan target peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan dalam 5 tahun ke depan,”tambahnya

Lebih jauh Harun menambahkan total pajak yang telah disetor Pertamina dalam 6 tahun terakhir sebesar Rp 265 Triliun, yang terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) potong pungut yang meliputi PPh 21,22,23, 15, 4 (2) Final dan 26, PPh dibayar dimuka yaitu pajak yang dipotong oleh pihak lain (PPh 22 impor dan PPh 23) serta PPh pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Selain itu, terdapat pula setoran berupa kepabeanan, serta pajak dan retribusi daerah," ujarnya.

Dari catatan Pertamina sejak Januari 2006 hingga November 2011, nilai PPh potong pungut secara total mencapai Rp 11,7 triliun, sedangkan PPh dibayar dimuka senilai Rp 33,6 triliun. PPN, yang merupakan setoran pajak tertinggi Pertamina dari tahun ke tahun, pada periode yang sama telah disetor sebesar Rp 173,8 triliun.

Sementara itu, setoran kepabeanan nilainya sebesar Rp 5,1 triliun. Pajak dan retribusi daerah yang terdiri dari PBB, BPHTB, Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama, retribusi pemakaian air, pajak penerangan jalan, pajak reklame dan pajak daerah lainnya mencapai Rp 41,5 triliun. “Setoran pajak Pertamina kepada negara terus mengalami kenaikan berarti dalam 6 tahun terakhir yaitu sekitar 41% atau rata-rata naik sekitar 7% per tahun. Kenaikan itu terjadi pada hampir seluruh jenis pajak yang dibayarkan,” ungkapnya

Untuk periode Januari hingga November 2011 saja, nilai setoran pajak Pertamina mencapai Rp 50,9 triliun. Jumlah ini melampaui nilai setoran tertinggi sebelumnya pada sepanjang tahun 2008 yang mencapai R p50,7 triliun. Pada periode tersebut, setoran PPN Pertamina mencapai Rp 33 triliun, pajak daerah Rp 9,7 triliun, PPh dibayar dimuka Rp 5,1 triliun dan PPh potong pungut Rp 2,3 triliun dan sisanya merupakan setoran kepabeanan. **novie

BERITA TERKAIT

MESKI PENERIMAAN SEKTOR MINERBA MENINGKAT - KPK: Kepatuhan Pajak SDA Masih Rendah

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, tingkat kepatuhan pajak di sektor sumber daya alam (SDA) khususnya sektor ekstraktif masih rendah. Perusahaan…

Aplikasi Terintegrasi PLB Diberlakukan Awal Tahun Depan

  NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan akan mulai memberlakukan secara penuh penggunaan sistem aplikasi Pemasukan…

Sumsel Luncurkan e-Dempo Genjot Pajak

Sumsel Luncurkan e-Dempo Genjot Pajak   NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meluncurkan sistem pembayaran pajak berbasis online e-Dempo…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menggenjot Pembangunan Tetapi Defisit Insinyur

      NERACA   Padang – Indonesia sedang gencar mengejar ketertinggalan dalam hal pembangunan infrastruktur, maka dari itu pemerintah…

Apartemen Green Pramuka City Selalu Perbarui Sistem Proteksi Kebakaran

  NERACA   Jakarta - Apartemen Green Pramuka City selalu membarui sistem proteksi dan antisipasi kebakaran sejalan Peraturan Gubernur Nomor…

Jurnalis Afsel Pelajari Potensi Kerjasama Ekonomi dengan Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dalam rangka memperingati 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Afrika Selatan, Kedutaan Besar RI (KBRI) di…