Tren Telekomunikasi di 2012

Pemakaiansitus jejaring sosialdan penggunaan konten makin menunjukan peningkatan sehingga pada tahun 2012 nanti yang akan menjadi trend adalah layanan komunikasi yang berbasis data. Saat ini, pengguna jasa telekomunikasi lebih dominan mnggunakan perangkat-perangkat low end dan feauture phone, sementara pengguna smartphone masih keil jumlahnya. Tetapi kedepan pasar smartphone akan terus tumbuh seiring dengan adanya lonjakan konten.

Bahkan dalam sejumlah penelitian yang dilakukan, pemasukan industri telekomunikasi pada bidang layanan data diperkirakan mengalami kenaikan hingga nilainya mencapai 3,4 miliar dolar AS. Sementara untuk bidang layanan suara dan sms justru menunjukan angka penurunan. Untuk saat ini media komunikasi data yang paling sering digunakan adalahfacebookkemudian diikuti olehtwitter. Sedangkan untuk jenis blackberry yang paling banyak adalah layanan BBMnya.

Hal ini tentu saja akan menjadi kesempatan besar untuk operator layanan data jika mereka mampu kebutuhan pelanggan yang menjadi factor utama atas kesuksesan layanan. Kantor berita Antara yang merilis kabar ini juga mengutip pernyataan M Andre Reinaldi selaku Division Head Youth Segment Management group Indosat yang menegaskan bila tahun 2012 nanti Indosat akan lebih memfokuskan pada pelayanan data. Karena untuk layanan sms dan voice kondisinya sudah mapan.

“Penetrasi layanan suara dan sms semakin menurun, sedangkan layanan data memasuki tahap pertumbuhan yang signifikan”, jelas Kamilov Sagala direktur eksekutif Lembaga Pengembangan dn Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI). Dengan pertumbuhan rata-rata pertahun mencapai 18,9 persen. Pendapatan dari data di 2014 akan diprediksi bisa mencapai kisaran 5,74 miliar dollar AS. Angka tersebut semakin mendekati pendapatan suara yang diprediksi mencapai 6,41 miliar dollar AS dengan CAGR 2,93 persen.

Sementara itu, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mencatat pengguna layanan data di Indonesia baru mencapi 30 persen terhadap penetrasi SIM Card yang mencapai 240 juta kartu atau sekitar 72 juta pelanggan.

Director Sales AXIS Syakieb A sungkar mengatakan, layanan data AXIS telah tersedia dalam paket-paket unlimited yang fleksibel dan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “ AXIS tidak berhenti menyediakan layanan pelanggan dengan sistem multi channel, AXIS akan terus membangun infrastruktur dan jaringan yang menimplementasikan tekhnologi HSPA yang menawarkan akses data dengan kecepatan yang lebih mumpuni”, ujarnya.

Namun pada intinya sebagai pengelola operator jaringan telekomunikasi seluler, harus berpandai-pandai meramu formula yang tepat agar bisnis ini saling menguntungkan bagi operator dan juga pelanggan. Salah satunya bisa ditempuh melalui dengan cara mencari tahu bagaimana keinginan pelanggan untuk proses pencarian data yang mereka miliki.

BERITA TERKAIT

Nilai Total Emisi Obligasi Bakal Cetak Rekor - Tren Suku Bunga Bank Melandai

NERACA Jakarta -  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi tahun ini penerbitan obligasi dapat mencatat rekor baru dari sisi nilai…

Tren Penguatan Indeks BEI Masih Berlanjut

NERACA Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (18/9) awal pekan kemarin ditutup…

Tren IHSG Masih Berada di Zona Merah - Minim Sentimen Positif

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore (13/9), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi hingga 26,64 poin setara 0,45%…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…