Pergeseran Tren Apartemen 2012

Apartemen untuk kelas menengah mengalami pergeseran tren. Bila awalnya dijadikan lahan investasi, kini apartemen dibeli dan digunakan untuk tempat tinggal. Menurut Associate Director Research and Advisory Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, tren ini sudah terlihat sejak 2011 dan akan berlanjut pada 2012.

"Apartemen awalnya untuk kalangan upper class, lalu bergeser masuk ke kelas middle atau menengah. Melihat sambutan market-nya bagus, tren terus berlanjut. Apalagi kontribusi penjualan untuk kelas menengah memang paling banyak," ujarnya. Beralihnya investor menjadi end user, kata Arief, karena faktor sulitnya aksesibilitas di perkotaan.

"End user para keluarga muda, atau orang Indonesia yang sempat sekolah di luar negeri dan kembali lagi bekerja di dalam negeri. Aksesibiltas sulit, mereka memilih tinggal di apartemen," katanya. Apartemen yang akan berkembang baik, lanjutnya, tentu yang berada di sekitar kawasan CBD Jakarta atau tengah kota. Saat ini, permintaan melalui pre sale cukup meningkat dan diperkirakan mencapai 63 persen pada 2012.

Pasar apartemen masih terus merekah. Bukan hanya apartemen murah, tetapi juga apartemen kelas menengah yang harganya berkisar sekitar Rp 250 juta, hingga sekitar Rp 600 juta per unit. Salah satu pengembang yang meramaikan apartemen menengah ini PT Titanium Properti. Sejak dipasarkan tiga bulan lalu, penjualan Titanium sudah mencapai 35%, padahal pembangunannya baru mulai.

Apartemen Titanium yang berlokasi di Jl Raya Bogor, Jakarta Timur akan memiliki 752 unit. Titanium menjual setiap unitnya mulai dari Rp 225 juta hingga Rp 500 juta. Untuk mengembangkan apartemen ini, Titanium menggelontorkan investasi Rp 200 miliar. Fajri Albana, Direktur Titanium menjelaskan, kebanyakan pembelinya pekerja muda.

"Pembeli tertarik berinvestasi dan atau tinggal di Titanium karena kawasan ini bakal berkembang," tutur Fajri, kepada Kompas.com. Apalagi, apartemen tersebut berlokasi tepat di sebelah Mal Titanium. PT Alam Sutera Tbk juga sedang mengembangkan apartemen menengah di Serpong bertajuk Silkwood Residence Apartment di Serpong. Apartemen dua menara ini terdiri atas 900 unit hunian.

Erwin Tedjakusuma, Manajer Umum Pemasaran Alam Sutera mengatakan, tingkat penjualan menara pertama sudah 95%, sedangkan menara kedua 70%. Alam Sutera menjual Silkwood seharga Rp 380 juta-Rp 600 juta per unit. Erwin mengklaim penghuni kepincut apartemen ini lantaran lokasinya strategis. "Pembeli bukan lagi memikirkan kapan apartemen selesai, tapi pendukungnya," kata Erwin.

BERITA TERKAIT

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun NERACA Jakarta - Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan tren penindakan korupsi…

Perlambatan Ekonomi Global - Tren IHSG Dihantui Sentimen Negatif

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (29/1) sore ditutup melemah dipicu kekhawatiran…

THE ECONOMIST KRITIK KINERJA PEMERINTAHAN JOKOWI-JK - Erani: Makroekonomi Tetap Solid dan Tren Membaik

Jakarta-Staf Khusus Presiden Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika menegaskan, saat ini indikator makroekonomi Indonesia masih tetap solid dan cenderung membaik.…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Perlu Memadukan

Perlu Memadukan "Land Banking" Dengan Skema ABCG NERACA Semarang - Pakar perumahan Asnawi Manaf memandang perlu memadukan program "Land Banking"…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…