Rumah Yang Ramah Lingkungan

Berawal dari berita pindahnya Bill Weihl, orang yang paling bertanggung jawab pada program hijau di Google ke Facebook, terungkap tren transformasi menuju perusahaan yang ramah alam. Sebagaimana dilaporkan oleh situs Fresh Dialogues, Jum’at (23 Desember) Bill Weihl – yang keluar dari GoogleNovember lalu – akan mulai bekerja di Facebook pada Januari 2012.

Ia akan memimpin program “penghijauan” Facebook termasuk rencana jejaring social media ini, menggunakan energi bersih dan terbaru guna melayani 800 juta pengguna aktifnya. Saat masih di Google, Weihl telah membantu Google berinvestasi di teknologi energi bersih senilai US$700 juta. Saat ini, angka investasi Google di program hijau telah mencapai US$850 juta dan akan terus bertumbuh. Google telah berinvestasi di proyek energi surya, pembangkit listrik tenaga angin dan menciptakan program guna membantu pengguna memilih tren lingkungan terbaik tahun ini.

Mimpi besar Google untuk menjadi perusahaan hijau juga terungkap dalam laporan Google berjudul The Impact of Clean Energy Innovation yang diterbikan Juli lalu. Dalam laporan tersebut, Google mengungkapkan, peralihan perusahaan ke energi bersih dan ramah lingkungan menjadi sebuah keharusan untuk mengurangi risiko geopolitis dan perubahan iklim.

Menurut analisis Google, pada 2030, inovasi energi bersih akan menyumbang pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar $155-$244 miliar per tahun. Inovasi energi bersih juga akan menciptakan satu juta lapangan kerja baru, membantu kendaraan bertenaga listrik (elektrik) menguasai 90% pangsa pasar kendaraan kecil dan truk serta bisa menghemat biaya energi rumah tangga sebesar $1000 per tahun.

Konsumsi minyak Amerika juga akan berkurang hingga 1 miliar barel per tahun dan konsentrasi gas rumah kaca turun hingga 13-20 persen, karena inovasi ini. Namun laporan ini memeringatkan, jika investasi dan insentif untuk pengembangan energi bersih ini ditunda, maka Amerika bisa merugi hingga US$2-3 trilliun dalam lima tahun.

Mimpi Google ini akan terus berlanjut dengan atau tanpa Weihl. Sementara itu, tugas Weihl di Facebook tak kalah berat. Facebook dan Google sama-sama memperoleh “tuntutan” agar menjadi perusahaan yang lebih ramah alam. Google berungkali dikritisi, karena belum melaporkan jejak karbon perusahaan. Tuntutan ini baru dipenuhi September lalu, saat mereka mengumumkan konsumsi energi dan jumlah emisi karbon dioksida mereka untuk tahun 2010.

Sementara Facebook terus memperoleh kritik atas rencananya mengakuisisi perusahaan listrik yang menurut organisasi lingkungan, Greenpeace, menghasilkan energinya dari batu bara. Kritik Greenpeace ini berhasil setelah mereka terus berkampanye selama 2 tahun terakhir. Pada 16 Desember lalu, Facebook – bersama Greenpeace – mengumumkan rencana perusahaan untuk beralih ke energi bersih dan terbaru.

Di markasnya yang baru di Menlo Park, California, Facebook berencana memasok kebutuhan listrik dan air panasnya dengan energi surya. Facebook juga telah mengumumkan pusat data ramah lingkungan yang bisa menghemat energi hingga 38 persen dengan biaya hingga 24 persen. Sementara Google tahun ini menciptakan Green Scrapbook yang berisi tren pencarian lingkungan terkini. Fasilitas ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan bukukliping (scrapbook) mereka sendiri dan berbagi tren lingkungan, dengan rekan-rekan mereka melalui berbagai media.

Tahun 2012 sepertinya akan penuh dengan proses transformasi dan inovasi yang ramah alam. Dua perusahaan raksasa teknologi sudah menunjukkan kepemimpinan mereka untuk beralih ke energi ramah lingkungan. Mereka tidak hanya bereaksi terhadap tuntutan dari luar namun juga dari dalam perusahaan untuk menjadikan perusahaan lebih ramah lingkungan. Bagaimana dengan perusahaan Anda?

BERITA TERKAIT

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pilpres 2019, Pasar Properti Nasional Diprediksi Tetap Stabil

Pilpres 2019, Pasar Properti Nasional Diprediksi Tetap Stabil NERACA Jakarta - Pasar properti nasional pada tahun 2019 mendatang diprediksi bakal…

Rusun Berbasis TOD Bantu Warga Komuter Perkotaan

Rusun Berbasis TOD Bantu Warga Komuter Perkotaan NERACA Jakarta - Rumah susun (Rusun) berbasis "Transit Oriented Development" (TOD) atau yang…

Rumah Subsidi Tidak Goyah Diterpa Badai Ekonomi

Rumah Subsidi Tidak Goyah Diterpa Badai Ekonomi NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan (Himperra) Endang…