BEI Pastikan Newmont IPO Di Semester I-2011

NERACA

Jakarta – PT Newmont Nusa Tenggara dipastikan akan segera go public pada semester I-2011. Kabar tersebut datang langsung dari Direktur Utama BEI Ito Warsito. "Newmont sudah menyatakan minatnya untuk listing di pasar modal. Pelaksanaan akan dilakukan akhir semester I-2011 atau sekira kuartal III,”kata Dirut BEI Ito Warsito di Jakarta, Rabu (23/2).

Berita Newmont akan go public bukan kali ini pertama disampaikan kepada publik. Bahkan sebelumnya, aksi korporasi ini bakal dilakukan ditahun 2010 tetapi molor dari target. Keinginan perseroan untuk go public didasarkan atas tiga hal. Pertama, dengan penerbitan saham baru IPO bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk individu, termasuk masyarakat, yang ada di Sumbawa mempunyai kesempatan untuk membeli saham NNT.

Kedua, dengan IPO perusahaan mendukung kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan ekonomi secara luas. Ketiga, perusahaan akan menjadi mudah mencari dana.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara (NTT), Martiono Hadianto pernah menyampaikan niatan perseroan untuk melepas saham perdananya ke pasar. Dimana perseroan akan melepas 10% saham baru ke publik.

Kata Martiono, rencana IPO ini sudah disetujui oleh 82,2% pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB. Ditambahkannya, IPO dijanjikan akan dilakukan setelah perseroan melakukan divestasi 7% sahamnya.

Soal target dana yang didapat IPO, Martiono belum bisa memastikan. Semua berdasarkan kepada kondisi pasar, namun dana hasil IPO ini akan digunakan untk keperluan belanja modal (capex) perseroan. Namun ditengah jalan, niatan go public Newmont tidak berjalan mulus karena perseroan mendapatkan gugatan dari PT Pakuafu Indah yang juga pemilik saham Newmont.

Gugatan diajukan karena Newmont mengabaikan somasi Pukuafu yang isinya tentang keberatan Pakuafu terhadap pelaksanaan RUPSLB. Namun, RUPSLB tetap dilaksanakan. Newmont dinilai sudah melakukan tindakan melawan hukum dan wanprestasi. "RUPSLB maupun IPO tidak sesuai dengan kontrak karya,"kata kuasa hukum PT Pakuafu Indah Tri Asnawanto

Dalam kontrak, Newmont wajib mendivestasi saham tambang tembaga dan emas di Batu Hijau secara bertahap hingga 31%. Divestasi 10% saham periode 2006-2007 senilai US$ 352 juta telah diambil oleh pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat. Pemda menggandeng penyokong dana PT Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk. Divestasi 14% saham periode 2008-2009 senilai US$ 492 juta juga diambil oleh konsorsium pemerintah daerah dan Multicapital.

Kuasa Hukum PT Pukuafu Indah Wisye H Koesoemaningrat dalam keterangan persnya menuntut divestasi saham sebesar 31% seluruhnya diserahkan pada Pukuafu. Sebab, Puakuafu merupakan peserta Indonesia yang mendirikan dan menandatangani joint Venture dan Kontrak Karya. Newmont tidak bisa menerbitkan saham-saham baru melalui IPO sebelum saham divestasi itu diserahkan kepada Pukuafu."Menurut kami persoalan divestasi ini sudah selesai, yakni 31 saham itu harus dijual pada Pakuafu," kata Tri. Dengan demikian, kepemilikan saham Pakuafu di Newmont akan menjadi 51%. (bani)

Related posts