Defisit Tak Tercapai Pengaruhi Pertumbuhan

NERACA

Jakarta--- Rendahnya realisasi defisit APBN-P 2011 tentu sangat disayangkan. Masalahnya, defisit dipatok 1,7%. Namun kenyataannya hanya mencapai 1,27%. Penyebabnya tidak lain adalajh realisasi penyerapan anggaran yang tidak maksimal, hanya sebesar Rp1.289,6 triliun atau 97,6% dari pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp1.320,8 triliun. "Kemampuan birokrasi untuk merealisasikan anggaran masih kurang maksimal karena adanya aturan-aturan birokrasi yang menghambat," kata ekonom Unika Atmajaya, A Prasetyantoko kepada wartawan di Jakarta,4/1

Namun Prasetyantoko mengaku tidak terkejut dengan rendahnya serapan. Karena melihat proses pencairan anggaran yang rendah mulai triwulan I-III. Salah satu yang menjadi faktor penghambat realisasi anggaran adalah proses pengadaan (procurement) barang dan jasa yang rumit. Sehingga membuat proses pencairan anggaran tertunda. Dia menyarankan agar prosedur pengadaan barang diperbaiki di 2012.

Terkait penggunaan Silpa untuk pembangunan infrastruktur, Prasetyantoko mengatakan rencana ini sudah cukup baik. "Sebab kita masih butuh banyak dana untuk pembangunan infrastruktur. Terlebih, belanja infrastruktur bisa menajdi stimulus dari pemerintah kepada masyarakat sehingga bisa memperluas lapangan kerja,” paparnya

Sementara itu, Deputi bidang ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas Prasetijono Widjojo mengatakan, salah satu langkah yang harus disiapkan saat ini adalah menajamkan peran APBN. “Karena APBN bisa sebagai salah satu upaya menjaga ekonomi nasional dari hantaman krisis ekonomi dunia. Penajaman penggunaan APBN agar pengeluaran anggaran Negara dapat lebih efektiff dan efisien,” ungkapnya

Menurut Prasetijono, penggunaan Silpa untuk infrastruktur tentu akan memberikan dampak yang cukup significant terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga membawa dampak optimum pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Proses penyerapan anggaran juga perlu diperlancar agar manfaatnya bisa dirasakan langsung dalam mendukung kinerja perekonomian dalam negeri,”terangnya.

Sedangkan ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menambahkan penyerapan anggaran yang rendah dan minimnya target defisit anggaran yang terus meleset dari perkiraan, maka membuat potensi pertumbuhan ekonomi bisa berkurang. “Anggaran negara menjadi salah satu stimulus yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Jika peran APBN tidak maksimal, laju pertumbuhan juga kurang maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut Latif menyebutkan, jika penyerapan anggaran maksimal dan defisit bisa sesuai target, peluang pertumbuhan ekonomi tumbuh lebih tinggi dari 6,5% sangat terbuka. "Karena masalah lambatnya penyerapan anggaran, pertumbuhan ekonomi riil selalu menjauh dari tingkat ekonomi potensialnya," cetusnya

Rendahnya defisit anggarn otomatis mendorong Saldo Anggaran Lebih (SAL) semakin membesar. Rencananya, pemerintah akan mengalokasikan sisa anggaran ini ke belanja infrastruktur. Rencana tersebut diapresiasi. **cahyo

BERITA TERKAIT

Realisasi Belanja Negara Hingga Oktober Capai 73,1%

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa realisasi belanja negara sejak Januari hingga Oktober…

Cara Menpan RB Rampingkan Birokrasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan langkah-langkah perampingan…

Kemendagri Minta Pemda Evaluasi Perda Terkait Dugaan Desa Fiktif

    NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah agar mengevaluasi peraturan daerah pembentukan desa terkait belakangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Telan Dana Rp900 miliar, JAYA Ground Breaking Pasar Senen Jaya 1 dan 2

    NERACA   Jakarta - PT Pembangunan Jaya (JAYA) melakukan ground breaking proyek Senen Jaya 1 dan 2. Proyek…

Industri Plastik Tumbuh dengan Inovasi dan Teknologi - Pameran Plastics and Rubber Indonesia 2019

        NERACA   Jakarta – Pameran Plastics & Rubber Indonesia kembali digelar di Jakarta Internastional Expo Kemayoran…

DPR Dukung Pengembangan Program Kementan

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar mendukung program-program kementan termasuk pembentukan Komando Strategis Pembangunan…