Menempuh Jalur Kredit Mobil

Sabtu, 07/01/2012

Neraca. Memiliki kendaraan idaman, kadang tak harus dimiliki dengan pembelian tunai, karena tak sedikit pula di banyak kota besar, masyarakat menggunakan instrument kredit untuk memiliki kendaraan idaman. Dan bila Anda memutuskan untuk membeli mobil dengan kredit, maka yang harus Anda persiapkan adalah uang muka atau down payment (DP).

Secara umum, DP biasanya berkisar antara 20-30 persen dari harga mobil. Contoh saja, bila harga mobil yang Anda inginkan 200 juta maka paling tidak Anda harus menyiapkan dana sekitar 40-60 juta sebagai uang muka. Belum ditambah dengan biaya administrasi dan biaya-biaya lain.

Setelah dana untuk uang muka sudah tersedia maka hal selanjutnya adalah menentukan kekuatan Anda secara keuangan untuk membayar cicilan bulanannya. Beban cicilan utang ini harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak akan mengganggu kestabilan arus keuangan Anda.

Kesanggupan Anda untuk mencicil tiap bulan dapat dihitung berdasarkan debt ratio Anda (lihat di artikel sebelumnya). Saran kami, debt ratio Anda jangan melampaui 30 persen. Jadi dari pendapatan bersih perbulan maksimum 30 persen-nya dapat Anda sisihkan untuk digunakan sebagai cicilan kredit mobil tersebut.

Besarnya cicilan akan sangat bergantung dengan jangka waktu kredit mobil yang Anda inginkan. Secara umum jangka waktu kredit kepemilikan mobil adalah dari 1 sampai 3 tahun. Ada juga lembaga keuangan yang menawarkan sampai 5 tahun. Sesuaikan kemampuan Anda mencicil tiap bulan dengan jangka waktu kredit, jangan sampai akibat kredit yang dipaksakan, arus keuangan keluarga bulanan menjadi tersendat-sendat.

Jika sudah memutuskan mobil mana yang akan dibeli, Anda harus tetap memperhatikan jika sebesar apapun keinginan, kepala harus tetap dingin. Tinggalkan penjual bila harga yang ditawarkan terlalu tinggi, meskipun mobil impian Anda sudah menunggu. Kemampuan negoisasi Anda akan terasah dengan berjalannya waktu.

Pastikan Anda tahu harga pasaran jual beli mobil yang diincar, dan mulailah menawar dibawah harga itu. Lebih mudah menaikkan tawaran Anda daripada menurunkannya. Informasi harga juga bisa didapat dari situs-situs otomotif. Dan harus diingat, membeli mobil bekas bisa juga membeli problem orang lain.

Pastikan Anda mengetahui sejarah mobil ini termasuk perawatannya. Hal ini bisa diketahui dari kartu perawatan mobil. Gali informasi sedetail mungkin termasuk apakah pernah tenggelam, kecelakaan, turun mesin dan lainnya, sebelum memutuskan untuk membelinya, mintalah mekanik ahli untuk memeriksanya.

Pengujian dengan melakukan test drive adalah mutlak. Usahakan Anda mendapat kesempatan melakukan test drive sejauh mungkin dengan aneka variasi jalan. Bisa juga mencoba ke daerah dimana mobil itu akan sering digunakan. Lalu buka tutup mesin dan perhatikan apakah ada pipa yang bocor, belt yang aus, oli yang berceceran. Duduklah di kursi pengemudi, dan periksa apakah seluruh indikator bekerja baik, demikian pula lampu indikator.

Periksa pula tAnda kerusakan karena air, lalu memeriksa sistem safety, mulai dari seat belt, head restrain, struktur atap, child seat anchor. Demikian pula dengan jarak pAndang dan daya pancar lampu utama. Hal itu bisa dilakukan saat test drive.

Cobalah untuk mengendarai mobil pada kecepatan 60-80 km per jam, dan rasakan apakah pergantian gigi bisa lembut, kemudi selalu lurus, ketika direm tetap stabil, dan ketika menikung juga smooth. Berhati-hatilah dengan pemalsuan odometer. Hal ini sering dilakukan penjual nakal yang ingin meningkatkan value mobil yang dijualnya. Jadi jangan tertipu dengan angka-angka yang tertera di odometer.

Bila tiba waktunya untuk menyiapkan pembayaran mobil baru Anda, jika memilih melakukan kredit, yang paling aman adalah menentukan dulu berapa besar kemampuan keuangan untuk membayar angsuran bulanan. Cara yang gampang, angsuran tidak boleh lebih dari 20 persen penghasilan per bulan setelah dipotong pengeluaran. Perhitungkan juga biaya perawatan, pajak, asuransi dan operasional.

Umumnya pembayaran uang muka setidaknya 10% dari harga mobil. Kurang dari itu, penyedia kredit akan meragukan kemampuan finansial Anda. Jadi kalau Anda punya uang cash, lebih baik pakai untuk uang muka. Langkah ini juga akan mengurangi beban utang pokok yang berkaitan dengan angsuran bulanan.