Memelihara Ikan Dan Membasmi Nyamuk

Sabtu, 07/01/2012

Neraca. Cara unik untuk membasmi jentik nyamuk, yakni dengan budidaya ikan cupang, terlebih saat musim penghujan, ancaman penyakit yang di sebabkan nyamuk sudah dihadapan kita. Ikan cupang atau betta splendens, sering di kenal hanya sebagai ikan hias saja. Namun di balik keindahan warna tubuhnya, ikan air tawar yang memiliki sifat sangat protektif dan senang bertarung tersebut, ternyata memiliki manfaat lain yang sangat bermanfaat, salah satunya untuk membasmi jentik-jentik nyamuk.

Saat musim penghujan seperti sekarang ini, perkembang biakan jentik nyamuk terutama nyamuk demam berdarah, akan semakin pesat. Untuk menjaga kebersihan rumah, bisa memanfaatkan ikan cupang ini untuk meminimalisir perkembangan jentik jentik nyamuk.

Tak perlu membeli ikan cupang yang berharga mahal, yang penting masih dalam kondisi sehat, ikan cupang akan mampu membasmi jentik nyamuk. Apalagi, ikan cupang memiliki daya tahan hidup cukup kuat, sehinga mampu bertahan hidup dalam air meski hanya memakan plangton ataupun jentik-jentik nyamuk.

Bahkan di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah misalya, Dinas Kesehatan setempat mengadakan program pemeliharaan ikan cupang untuk menekan mewabahnya penyakit yang di sebarkan oleh nyamuk.

Setiap minggunya petugas meninjau lokasi pemukiman milik warga, serta membagikan ikan cupang secara gratis. embagian ikan cupang ini ternyata cukup efektif untuk menekan angka penyebaran penyakit yang di tularkan oleh nyamuk .

Ada banyak keuntungan dengan memelihara ikan cupang, yakni menjadikan rumah sehat dan bebas dari jentik nyamuk, serta memiliki hiasan unik pot tanaman air dan ikan hias yang di pajang di ruang tamu Anda. Di samping itu, budidaya ikan cupang juga memiliki peluang usaha yang tidak bisa di remehkan. Anda bisa menjual anak ikan cupang ke pasaran dengan harga Rp 1000 per ekor. Apalagi, sepasang induk ikan cupang bisa dihasilkan 100 hingga 200 anak ikan cupang. Anda bisa hitung sendiri berapa pemasukan yang Anda dapatkan bila Anda punya 10 pasang induk.

Untuk memelihara ikan cupang yang perlu diperhatikan pertama adalah kualitas air. Jika kita menggunakan air PAM sebaiknya didiamkan selama 24 jam dan diberi daun ketapang yang berfungsi menjaga tingkat Ph air, bisa diberikan terus-menerus, serta larutan antikhlorin, hal ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan kaporit yang ada pada air PAM. Setelah itu baru ikan cupang bisa dimasukkan ke dalam kolam atau aquarium soliter (terpisah, sendiri-sendiri).

Jika menggunakan kolam dan diisi banyak ikan sebaiknya air dijaga agar jangan terlalu jernih, sebab jika terlalu jernih dan ikan bisa melihat satu sama lain maka akan cenderung terjadi pertarungan yang menyebabkan rusak dan cidera-nya ikan cupang.

Ikan cupang jantan cenderung berukuran lebih besar, memanjang, berwarna cerah dan berekor panjang berumbai. Sedangkan ikan cupang betina berukuran lebih kecil dan pendek dengan perut besar dan warna yang tidak secerah ikan cupang jantan, serta ekor yang tidak berumbai.

Induk betina yang siap kawin atau birahi umumnya berusia lima bulan, biasanya ditandai dengan munculnya garis putih vertikal di badan dan titik-titik putih di bawah perut. Pemijahan didahului dengan proses perjodohan dengan cara menyandingkan aquarium ikan betina dengan jantan.

Setelah ikan cupang jantan berubah warnanya menjadi lebih cerah tandanya ia siap memijah ikan betina, barulah saat itu ikan betina dan jantan dicampur dalam satu wadah. Bisanya ikan betina akan bertelur setelah semalam (sebaiknya proses pemijahan dilakukan pada sore hari), ikan betina harus segera dipindah setelah bertelur sebab jika tidak ia akan memakan kembali telur-telurnya.

Di alam, ikan jantan akan cenderung menyingkirkan ikan betina setelah bertelur karena kecenderungan ikan betina untuk memakan kembali telur-telurnya. Ikan cupang jantan lah yang bertugas menjaga telur-telur tersebut hingga menetas.

Anak-anak ikan cupang yang baru menetas bisa dipindah ke kolam yang lebih luas, idealnya kolam ukuran 2x3m cukup untuk sekitar 2000 ekor anakan ikan cupang. Setelah berusia sekitar empat minggu dilakukan seleksi dengan memindahkan ikan yang tidak sehat. Sebaiknya pada usia enam minggu ikan dipisah ke dalam wadah-wadah soliter untuk memudahkan perawatan dan menghindari perkelahian mengingat sifat agresif ikan cupang.