Waspada Radang Tenggorokan Dipergantian Musim

Sabtu, 07/01/2012

Neraca. Menjaga kesehatan ditengah pergantian musim penting untuk Anda lakukan, terlebih saat musim penghujan tiba. Ketahanan tubuh pun laksana diuji dari pelbagai penyakit. Batuk, pilek, hingga radang tenggorokan yang dipicu oleh faktor cuaca dan lingkungan.

Sebetulnya radang tenggorokan sendiri bukan nama penyakit. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau faringitis. Dalam keadaan cuaca yang tak menentu sekarang ini tidak ada salahnya jika kita mempertebal sistem imun kita agar tidak terkena penyakit musiman. Seperti dengan berolah raga, makan-makanan yang baik, dan istirahat yang teratur. Sebab jika sistem imun anda lemah maka akan mudah penyakit musiman menyerang anda.

Ada beberapa penyebab radang tenggorokan, diantaranya adalah karena alergi terhadap debu, cuaca yang tidak menentu, polusi udara, iritasi, atau karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Namun penyebab radang tenggorokan yang terbesar adalah virus, yakni sekitar 70%. Misalnya virus saluran napas, seperti rinovirus, koronavirus, virus influenza, parainfluenza, dan adenovirus.

Penyebab lain adalah alergi, trauma, racun, dan neoplasia. Sakit radang tenggorokan yang menyerang saluran pernafasan bagian atas ini biasanya merupakan gejala awal dari influensa, walaupun tidak selalu karena virus influenza. Sebenarnya sakit radang tenggorokan tidak memerlukan pengobatan medis, tapi memerlukan suplemen untuk memulihkan kondisi tubuh dan meningkatkan daya tahannya.

Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80% radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan hanya sekitar 10-20% yang disebabkan bakteri. Untuk dapat mengatasinya, penting untuk mengetahui infeksi yang dialami disebabkan oleh virus atau bakteri streptokokus.

Infeksi virus biasanya merupakan penyebab selesma (pilek) dan influenza yang kemudian mengakibatkan terjadinya radang tenggorokan. Selesma biasanya sembuh sendiri sekitar 1 minnu begitu tubuh Anda membentuk antibodi melawan virus tersebut.

Pengobatan dengan antibiotik tidak akan efektif untuk mengobati infeksi virus. Sebaliknya, pemberian antibiotik dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Saat kuman telah kebal terhadap antibiotik tersebut, bila antibiotik kita gunakan, akan tidak ampuh lagi dalam membunuh kuman. Akibatnya, penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Anda dapat mengenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus, seperti; rasa pedih atau gatal dan kering, batuk dan bersin, sedikit demam atau tanpa demam, suara serak atau parau, hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung.

Infeksi bakteri memang tidak sesering infeksi virus, tetapi dampaknya bisa lebih serius. Umumnya, radang tenggorokan diakibatkan oleh bakteri jenis streptokokus sehingga disebut radang streptokokus. Seringkali seseorang menderita infeksi streptokokus karena tertular orang lain yang telah menderita radang 2-7 hari sebelumnya. Radang ini ditularkan melalui sekresi hidung atau tenggorokan.

Sebagai biang keladi radang tenggorokan, ternyata virus dan bakteri punya satu kesamaan, keduanya bahkan sama-sama menyebabkan suhu badan si kecil meningkat, sampai lebih dari 38 derajat C. Meski begitu, gejala-gejala yang menyertainya sangat berbeda.

Masalahnya, anak yang terlalu kecil biasanya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya. Jadi, kitalah yang harus memperhatikan apakah ia mengalami kesulitan dalam menelan makanan atau tidak. Dari sini, gejala-gejala lain umumnya akan ikut menyertai. Setiap tahunnya, tak sedikit anak mengunjungi dokter karena radang tenggorokan. Mayoritas radang tenggorokan terjadi akibat virus, bukan bakteri.

Sebagai catatan, penanganan radang tenggorokan akibat bakteri tetap harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi, yakni gangguan di bagian tubuh lain. Misalnya, di ginjal (nefritis), jantung (penyakit jantung rematik), dan sebagainya.

Bakteri yang jadi biang keladi radang tenggorokan, yakni Streptococcus grup A, biasanya tidak menyerang anak di bawah usia 3 tahun. Ini antara lain karena risiko mereka untuk terinfeksi bakteri lebih kecil ketimbang anak yang sudah sekolah.

Penanganan radang tenggorokan yang disebabkan virus dan bakteri memang agak beda. Kalau biang keladinya bakteri, biasanya anak dapat diobati dengan antibiotik jenis penisilin. Namun, bila ia alergi penisilin, dokter akan memberikan obat lain. Sementara itu, bila penyebabnya adalah virus, anak akan sembuh dengan sendirinya. Ini karena daya tahan tubuhnya secara bertahap meningkat lagi.

Oleh karena itu, anak harus cukup istirahat, minum banyak cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Cuma, kalau ia terlihat agak mual karena terlalu banyak minum air putih, ganti saja dengan jus buah. Juga, kalau si kecil masih sulit menelan, berikan makanan yang agak lembut. Dalam kondisi ini, obat hanya diperlukan jika anak mengalami demam.

Dan bila sakit tenggorokan sudah berlangsung lebih dari lima hari dan makin memburuk, atau muncul gejala lain (ruam di perut, dada, dan tangan, serta kaki berwarna merah dengan permukaan kasar), segera bawa anak ke dokter. Gejala tersebut menunjukkan anak menderita Scarlets fever. Bakteri Streptococcus memang dapat pula menyebabkan Scarlets fever pada sebagian anak. Walau begitu, gangguan ini tidak umum terjadi pada bayi.

Radang tenggorokan dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Bila Anda sedang radang tenggorokan, misalnya, cegah jangan sampai menulari anggota keluarga lain, termasuk pula anak Anda. Caranya, pakailah masker. Lalu sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum memegang peralatan makan anak. Menjaga kebersihan memang merupakan cara ampuh memotong tali penularan penyakit ini. Selain itu, tingkatkan daya tahan tubuh sehingga baik anak maupun kita tidak mudah tertular.