Aksi Beli Asing Topang Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore (18/5), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 29,95 poin atau 0,53% menjadi 5.645,45 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 7,09 poin (0,75%) menjadi 941,45 poin.

Analis NH Korindo Securities, Bima Setiaji mengatakan, IHSG ditutup menguat setelah sempat bergerak di area negatif pada awal perdagangan tadi pagi, pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli menjadi salah satu faktor pendorong IHSG.”Aksi beli saham oleh investor asing menopang kenaikan IHSG di saat bursa saham regional cenderung tertekan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data BEI, investor asng mencatatkan beli bersih atau "foreign net buy" di pasar saham domestik sebesar Rp393,737 miliar. Sementara pada hari sebelumnya (Rabu, 17/5), investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp202,160 miliar. Kata Bima, sentimen mengenai harga komoditas dunia seperti batubara dan minyak mentah yang menguat juga turut mendorong pelaku pasar saham cenderung melakukan akumulasi pada sektor pertambangan.

Dia mengemukakan bahwa saham sektor pertambagan menguat sebesar 1,18% menjadi 1.362,01 pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan itu seiring dengan harga minyak bumi (Brent) masih di level US$ 52,2 per barel, dan harga batubara acuan naik menjadi US$ 74,5 per metrik ton. Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 341.449 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,474 miliar lembar saham senilai Rp7,478 triliun.

Sebanyak 148 saham naik, 161 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei ditutup turun 261,02 poin (1,32%) ke 19.53,86, indeks Hang Seng melemah 157,11 poin (0,62%) ke 25.136,52, dan Straits Times melemah 2,44 poin (0,08%) posisi 3.221,66.

Sesi pertama, IHSG ditutup naik 13,447 poin (0,24%) ke 5.628,939. Indeks LQ45 naik 3,318 poin (0,36%) ke 937,672. Tercatat perdagangan saham sebanyak 170.891 kali transaksi dengan volume 4,7 miliar lembar saham senilai Rp 3,9 triliun. Sebanyak 124 saham menguat, 161 saham melemah dan 108 stagnan. Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.975 ke Rp 72.075, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 525 ke Rp 15.375, United Tractors (UNTR) naik Rp 525 ke Rp 23.625 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 425 ke Rp 17.375.

Sementara jajaran saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 46.900, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 400 ke Rp 6.500, Link Net (LINK) turun Rp 200 ke Rp 5.300 dan Mitra Adi Perkasa (MAPI) turun Rp 175 ke Rp 5.929. Di awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 25,01 poin atau 0,45% menjadi 5.590,47 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 6,50 poin (0,67%) menjadi 928,06 poin.

BERITA TERKAIT

Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi…

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/11) ditutup melemah sebesar 15,98 poin dipicu koreksi saham-saham sektor…

PLN Beli Gas dari Proyek Jambaran Tiung Biru

    NERACA   Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi membeli gas dari proyek Jambaran Tiung Biru di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…