TICMI Wisuda 2.059 Sertifikasi Pasar Modal - Cetak SDM Profesional

NERACA

Jakarta – Meskipun profesi analis di pasar modal cukup menjanjikan, faktanya tenaga pelaku industri di pasar modal di Indonesia masih sangat minim dibandingkan dengan negara lain. Hal ini tidak bisa lepas dari masih rendahnya minat masyarakat berinvestasi di pasar modal. Namun demikian, kondisi tersebut mejadi tantangan bagi stakeholder atau pemangku kepentingan di industri pasar modal untuk mencetak lebih banyak lagi generasi muda untuk terjun menjadi pelaku industri pasar modal.

Maka menjawab kebutuhan tenaga sumber daya manusia yang berkualitas di pasar modal, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) terus mencetak generasi penerus. Teranyar, TICMI meluluskan sebanyak 2.059 orang sebagai pemegang sertifikasi profesional di pasar modal Indonesia yang diharapkan turut mendorong pertumbuhan industri.

Direktur Utama TICMI, Mety Yusantiati mengatakan bahwa seluruh lulusan TICMI diharapkan dapat membantu menciptakan dan mengembangkan pasar modal yang dinamis.”Harapannya dengan semakin meningkatnya jumlah profesional yang memiliki keahlian pasar modal, mampu membantu meningkatkan pertumbuhan industri pasar modal di Indonesia,”ujarnyad di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa sertifikasi yang dicetak TICMI itu, yakni Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), WPPE Pemasaran (WPPE-P), WPPE Pemasaran Terbatas (WPPE-PT), Wakil Manajer Investasi (WMI), dan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) untuk periode program November-Maret 2017.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat mengatakan bahwa industri pasar modal Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dan bersertifikasi agar masyarakat dapat teredukasi dengan baik sehingga tertarik untuk berinvestasi.”TICMI mendukung itu dengan meningkatkan jumlah SDM di pasar modal,”jelasnya.

Sebagai informasi, TICMI merupakan sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan profesi pasar modal yang didirikan oleh Perhimpunan Pendidikan Pasar Modal Indonesia (P3MI). Pada tanggal 7 Desember 2015, TICMI secara resmi bergabung dengan PT Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL) yang sekaligus menjadi anak perusahaan BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia KSEI).

BERITA TERKAIT

Pelaku Pasar Modal Sudah Mengantisipasi - Dampak Kenaikan Suku Bunga

NERACA Jakarta – Buntut terus terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, memaksa Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan…

BLTZ Anggarkan Belanja Modal Rp 500 Miliar

Danai ekspansi bisnisnya, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar.…

Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia - Pasar Domestik

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…