Pelindo II Garap Kalibaru Senilai Rp11 T

Rabu, 04/01/2012

NERACA

Jakarta---- Pemerintah menunjuk PT Pelindo II guna membangun proyek Pelabuhan Peti Kemas Kalibaru senilai Rp 11,75 triliun. Keputusan penunjukkan Palindo II sebagai pelaksana pembangunan pelabuhan ini sudah dirapatkan oleh pemerintah. "Dalam rapat itu memang diperlukan suatu perubahan desain. Kemudian juga menteri perhubungan mengatakan untuk mengejar 2014 selesai, maka harus dilaksanakan penugasan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Jakarta,3/1

Menurut Hatta, pemerintah tidak perlu melakukan tender untuk memutuskan pelaksana proyek ini. Alasannya BUMN bisa ditunjuk langsung untuk perluasan unit bisnisnya. Bahka hal Ini seperti telah ilakukan pemerintah saat menunjuk Angkasa Pura II untuk menggarap perluasan bandara Soekarno-Hatta. "Kayak terminal 3 (Bandara Soekarno-Hatta), boleh dong Angkasa Pura melaksanakan itu. Yang penting prosesnya dia tenderkan. Jadi siapa yang akan melaksanakan ditenderkan nanti oleh Pelindo," tambahnya

Namun kata Hatta, dalam hal ini, Pelindo tidak akan mungkin mengerjakan sendiri proyek Pelabuhan Kalibaru ini. Sehingga BUMN sektor pelabuhan ini akan melakukan tender untuk mencari partner dalam penggarapan pelabuhan baru tersebut.

Ditempat terpisah, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menegaskan Proyek Pelabuhan Kalibaru Utara sudah harus beroperasi di 2014. Bahkan operasional Pelabuhan Kalibaru Utara terlambat, akan mengakibatkan kongesti yang dampaknya akan mengganggu perekonomian secara nasional.

Saat ini rata-rata kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 6 juta twenty feet equivalent units (TEUus). Jika pelabuhan tidak segera dikembangkan, maka jika kapasitasnya mencapai 7 juga TEUs, pelabuhan Tanjung Priok akan mengalami stagnasi dan ini akan sangat berbahaya bagi perekonomian nasional. Karena itu pembangunan pelabuhan baru ini sangat dibutuhkan.

Berdasarkan catatan, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menganggarkan dana investasi Rp 1,5 trilliun. Investasi terbesar dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan petikemas di pelabuhan Tanjung Priok dari 2 juta teus menjadi 3 juta teus per tahun.

Investasi besar lainnya adalah penerapan JICT Auto Gate System (JAGS). Dengan teknologi itu, JICT mampu melayani arus keluar masuk lebih dari 7.500 truk per hari dengan lebih cepat dan efisien.

Sistem JAGS yang diharapkan bisa mulai berjalan pada tahun 2012 ini, merupakan sistem yang menciptakan pelayanan otomatis di pintu gerbang JICT, sehingga efektif untuk memperpendek Tractor Turnaround Time (TRT). Selain itu, JICT juga akan menerapkan e-Billing yang akan memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam melakukan transaksi di JICT.

Sepanjang tahun 2011 lalu, JICT terus melakukan perbaikan dengan menempatkan lima pilar utama, yaitu keunggulan operasional, komitmen investasi berkelanjutan, fokus pada pelayanan pelanggan, kepedulian kepada komunitas dan komitmen terhadap lingkungan. **cahyo