Hargai Karya Anak Bangsa

Di tengah euforia sebagian besar masyarakat maupun pejabat Indonesia menyenangi produk buatan luar negeri, ternyata masih ada sosok pejabat tinggi daerah yang mau memberikan apresiasi terhadap hasil karya anak bangsa.

Adalah Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi), yang menolak mengganti mobil dinas lamanya dengan sedan Toyota Camry, dia akhirnya memilih menggunakan mobil baru hasil rakitan siswa SMK 2 Surakarta. Mobil yang diberi merk “Kiat Esemka” itu siap digunakan Walikota dan Wakil Walikota untuk bertugas sehari-hari sebagai bentuk penghargaan atas prestasi siswa.

Kita melihat kenyataan tersebut, bentuk apresiasi Walikota Solo itu patut ditiru oleh pejabat tinggi pemerintah lainnya baik di pusat maupun daerah. Ini merupakan wujud moralitas sang pejabat yang memiliki rasa empati terhadap produk buatan dalam negeri di tengah maraknya gempuran produk impor, termasuk mobil mewah yang masuk ke pasar negeri ini.

Langkah Jokowi setidaknya dapat memacu sikap positif untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap barang-barang produksi dalam negeri. Karena selama ini pemerintah tidak terlalu memperdulikannya. Apresiasi masyarakat selama ini terhadap produk dalam negeri terlihat negatif. Sebagian masyarakat akan sangat gembira bila ia memiliki barang dari luar negeri meski itu sebenarnya buatan Indonesia yang dijual atau dimodifikasi ulang di luar negeri.

Untuk itulah dengan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dalam negeri, maka secara tidak langsung akan dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat akan produk Indonesia. Dan ini jelas akan berimbas pada pertumbuhan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih maju. Sebab, meningkatnya daya beli masyarakat akan produksi dalam negeri, merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, saat ini dan di masa depan.

Saatnya memang pemerintah harus bekerja keras. Mengurangi, atau terlebih menghilangkan invasi hegemoni kekuatan ekonomi asing ke dalam negeri, memang merupakan pekerjaan sulit. Namun, itu perlu dilakukan, sebab Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Sehingga, nantinya rakyat akan berbangga memiliki produk mobil asli buatan Indonesia, yang tentu tidak terlalu tergantung pada produk luar negeri, dan mampu secara maksimal memproduksi kebutuhannya sendiri, serta memiliki generasi mendatang yang kreatif, inovatif dan tidak korup.

Produk Indonesia, memang harus menjadi tuan di negeri sendiri. Dan kini, saatnya rakyat Indonesia yang sebenarnya, bukan petinggi negara yang selama ini memanfaatkan kata “rakyat” untuk kepentingannya sendiri, harus belajar menjadi diri sendiri. Sebab itulah mulai dari sekarang kita harus berani membanggakan produk buatan dalam negeri di depan bangsa lain. Jangan sebaliknya bersikap menyepelekan hasil inovasi anak bangsa, apalagi memberikan komentar negatif di depan publik.

BERITA TERKAIT

Peran Vital Media dalam Menjaga Persatuan Bangsa

   Oleh : Rahmad Kurniawan, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Media merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia, selain itu keberadaan…

Investasi Industri Padat Karya Terus Didorong

  NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax…

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI  NERACA Jakarta - Keberhasilan Pemerintah Kota…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Setelah Baja, Giliran Semen Lokal Dihantam Semen China

Oleh: Djony Edward Seperti ayam mati di lumbung padi. Itulah nasib industri strategis kita, seperti industri baja dan semen yang…

Pengentasan vs Pendataan Kemiskinan

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Kemiskinan masih menjadi persoalan akut, tidak hanya…

Agresifnya Pemerintah Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial

  Oleh : Alfisyah Kumalasari, Pemerhati Sosial dan Politik   Berlangsungnya kehidupan sosial di masyarakat tentu akan berpengaruh pada timbulnya…