Target Penerimaan Negara Capai 102%

Selasa, 03/01/2012

NERACA

Jakarta---Realisasi penerimaan negara 2011 dilklaim telah melebihi target yaitu sekitar 102%. Tentu saja hal itu dianggap sebagai prestasi bagi Kementerian Keuangan. "Kita menyambut baik bahwa penerimaan negara bisa melebihi anggaran, yaitu bisa mencapai 102%," kata p Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,2/1

Menurut Agus, penerimaan negara tersebut berasal dari kombinasi antara penerimaan pajak, bea cuka dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Kontribusi penerimaan negara dari cukai dan PNBP akan mengalami pertumbuhan yang baik kedepannya dan untuk penerimaan pajak sendiri diperkirakan naik minimal 20%,” tambahnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan untuk belanja modal realisasinya di 2012 ini pemerintah optimis bahwa realisasinya nanti bisa jauh lebih baik dari realisasi yang ada sekarang ini. "Untuk belanja modal kita akan tingkatkan di 2012. kami optimis dan koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk merealisasikan ini sangat kuat," imbuhnya

Sebelumnya, Agus juga memperkirakan realisasi pendapatan negara hingga akhir tahun akan mencapai Rp1.013 triliun atau 102 persen dari target dalam APBN-P 2010. "Perkiraan realisasi sampai akhir tahun Rp1.013 triliun dan itu 102 persen dari anggaran dari penerimaan pajak dan bukan pajak," ungkapnya

Ditambahkan Agus, berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, penerimaan negara per 27 Desember 2011 sudah mencapai Rp1.119 triliun atau sudah mencapai sekira 95,76%. "Per kemarin penerimaan negara kita sudah mencapai Rp1.119 triliun atau 95,76 persen. Dan ini sudah lebih baik," tegasnya

Belanja negara sudah mencapai sekira Rp1.165 triliun atau mencapai sekira 88,2 persen per 27 Desember 2011 kemarin dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011 sebesar Rp1.320,8 triliun.

Sedangkan untuk realisasi belanja modal sudah mencapai sekira 76,5 persen atau Rp107,87 triliun dari pagu sebesar Rp141 triliun, dibandingkan realisasi belanja modal pada November 2011 sebesar 47 persen. Di sisa 2011 yang tinggal beberapa hari ini Agus menambahkan, jumlah realisasi per 27 Desember 2011 kemarin tersebut harusnya lebih bisa direalisasikan lebih awal. "Harusnya jumlah tersebut bisa lebih direalisasikan lebih awal hal tersebut bisa untuk kesejahteraan rakyat," paparnya.

Di sisi lain, Agus berpesan bahwa realisasi anggaran di 2012 harus lebih bisa agresif lagi, dikarenakan jika menilik pola penyerapan anggaran, penyerapan anggaran yang terbesar selalu berada pada kuartal-IV pada setiap tahunnya.

Maka itu Agus mengharapkan bahwa untuk ke depannya penyerapan anggaran tersebut harus lebih gencar lagi agar dapat bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian, kesejahteraan rakyat, mengurangi tingkat pengangguran dan lain-lain. **cahyo