SBY Minta Silpa Untuk Infrastruktur

Ada Sisa Rp40 Triliun

Selasa, 03/01/2012

NERACA

Jakarta---Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aga Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2011 sebesar Rp40 triliun digunakan membangun infrastruktur. Alasanya infrastruktur di Indonesia dirasakan menjadi hambatan dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Silpa Rp40 triliun digunakan sebagian untuk membangun infrastruktur agar terjadi pergerakan," katanya pada acara pembukaan Perdagangan Saham 2012 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, (2/1/)

Lebih jauh Kepala Negara menegaskan pemerintah siap memperbaiki infrastruktur dari pusat hingga daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. “Karena itu,pemerintah telah mengundang investor asing dan dalam negeri,” tambahnya.

Bahkan Presiden meminta para kepala daerah, termasuk gubernur untuk menyambut pembangunan infastruktur dengan baik. "Gubernur menyambut perbaikan infrastruktur. Pastikan sisa anggaran untuk infrastruktur, para menteri dan gubernur duduk bersama arahkan pembangunan infrastruktur. Para gubernur terus propertumbuhan, prolingkungan," terangnya

Presiden menambahkan perbaikan infrastruktur dilakukan secara bersama, baik menggunakan anggaran APBN maupun APBD. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih terdorong. Hal ini juga berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, maka penggangguran akan berkurang. “Kalau memiliki penghasilan maka kesejahteran makin baik. Ditambah lagi perbaikan infrastruktur masih menjadi tantangan,”tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang ada sekitar Rp 40 triliun belum berjalan komulatif. Alasanya Silpa selama ini hanya fokus untuk jaga-jaga, dalam artian antisipasin terhadap resiko fiska. Maka uang itu bisa digunakan dan yang kedua adalah untuk infrastruktur,” terangnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini, pihaknya sangat mendukung penggunaan Silpa untuk infrastruktur. “lagi-lagi, sektor infrastruktur mendapatkan dukungan keuangan dari pemerintah, selain itu kami berharap agar pihak swasta bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur,” tuturnya

Ditempat yang sama Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan pada 2012 memang tahunnya untuk menggenjot kembali infrastruktur. Oleh karenanya Hatta mengimbau kepada seluruh pihak atau korporasi untuk memanfaatkan dana jangka panjang. "Di 2012 ini kita harus genjot di bidang infrastruktur. Maka dari itu para korporat jangan hanya mengandalkan dana perbankan saja akan tetapi menggunakan dana jangka panjang yang merupakan aliran dan dari pasar modal," jelasnya

Demikian pula, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan yang mengatakan peringkat investment grade oleh Indonesia beberapa waktu lalu diprediksi akan banyak menarik investor asing terutama di sektor infrastruktur. "Secara keseluruhan akan meningkat, investor asing sekarang sangat tertarik dengan proyek infrastruktur," katanya.

Gita menambahkan, imbas dari diraihnya investment grade tersebut, pada 2012 akan ada investasi sebesar Rp280 triliun-Rp290 triliun atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. "Pada 2012 ini akan ada investasi sebesar Rp280 triliun-Rp290 triliun atau meningkat dari target 2011 yang saya perkirakan mencapai Rp250 triliun. Itu untuk penerimaan modal asing dan penerimaan modal dalam negeri," katanya lagi.

Mantan Komisaris Pertamina ini menegaskan adapun sektor yang diperkirakan akan tumbuh menurutnya akan terjadi di semua sektor terutama infrastruktur. "Sektor yang tumbuh menyeluruh, tapi bukan pertambangan," tandasnya. **bari/cahyo