SBY Minta Silpa Untuk Infrastruktur - Ada Sisa Rp40 Triliun

NERACA

Jakarta---Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aga Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2011 sebesar Rp40 triliun digunakan membangun infrastruktur. Alasanya infrastruktur di Indonesia dirasakan menjadi hambatan dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Silpa Rp40 triliun digunakan sebagian untuk membangun infrastruktur agar terjadi pergerakan," katanya pada acara pembukaan Perdagangan Saham 2012 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, (2/1/)

Lebih jauh Kepala Negara menegaskan pemerintah siap memperbaiki infrastruktur dari pusat hingga daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. “Karena itu,pemerintah telah mengundang investor asing dan dalam negeri,” tambahnya.

Bahkan Presiden meminta para kepala daerah, termasuk gubernur untuk menyambut pembangunan infastruktur dengan baik. "Gubernur menyambut perbaikan infrastruktur. Pastikan sisa anggaran untuk infrastruktur, para menteri dan gubernur duduk bersama arahkan pembangunan infrastruktur. Para gubernur terus propertumbuhan, prolingkungan," terangnya

Presiden menambahkan perbaikan infrastruktur dilakukan secara bersama, baik menggunakan anggaran APBN maupun APBD. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih terdorong. Hal ini juga berdampak pada penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, maka penggangguran akan berkurang. “Kalau memiliki penghasilan maka kesejahteran makin baik. Ditambah lagi perbaikan infrastruktur masih menjadi tantangan,”tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang ada sekitar Rp 40 triliun belum berjalan komulatif. Alasanya Silpa selama ini hanya fokus untuk jaga-jaga, dalam artian antisipasin terhadap resiko fiska. Maka uang itu bisa digunakan dan yang kedua adalah untuk infrastruktur,” terangnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini, pihaknya sangat mendukung penggunaan Silpa untuk infrastruktur. “lagi-lagi, sektor infrastruktur mendapatkan dukungan keuangan dari pemerintah, selain itu kami berharap agar pihak swasta bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur,” tuturnya

Ditempat yang sama Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan pada 2012 memang tahunnya untuk menggenjot kembali infrastruktur. Oleh karenanya Hatta mengimbau kepada seluruh pihak atau korporasi untuk memanfaatkan dana jangka panjang. "Di 2012 ini kita harus genjot di bidang infrastruktur. Maka dari itu para korporat jangan hanya mengandalkan dana perbankan saja akan tetapi menggunakan dana jangka panjang yang merupakan aliran dan dari pasar modal," jelasnya

Demikian pula, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan yang mengatakan peringkat investment grade oleh Indonesia beberapa waktu lalu diprediksi akan banyak menarik investor asing terutama di sektor infrastruktur. "Secara keseluruhan akan meningkat, investor asing sekarang sangat tertarik dengan proyek infrastruktur," katanya.

Gita menambahkan, imbas dari diraihnya investment grade tersebut, pada 2012 akan ada investasi sebesar Rp280 triliun-Rp290 triliun atau meningkat dibanding tahun sebelumnya. "Pada 2012 ini akan ada investasi sebesar Rp280 triliun-Rp290 triliun atau meningkat dari target 2011 yang saya perkirakan mencapai Rp250 triliun. Itu untuk penerimaan modal asing dan penerimaan modal dalam negeri," katanya lagi.

Mantan Komisaris Pertamina ini menegaskan adapun sektor yang diperkirakan akan tumbuh menurutnya akan terjadi di semua sektor terutama infrastruktur. "Sektor yang tumbuh menyeluruh, tapi bukan pertambangan," tandasnya. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pemkab Lebak Minta 100 BUMDeS Bangkitkan Ekonomi

Pemkab Lebak Minta 100 BUMDeS Bangkitkan Ekonomi NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meminta 100 badan usaha milik desa…

KABUPATEN SUKABUMI - Somasi-HMI Minta Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Sejumlah OPD

KABUPATEN SUKABUMI Somasi-HMI Minta Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Sejumlah OPD NERACA Sukabumi - Sekitar 36 orang mahasiswa yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…