Perlengkapan Outdoor Atunas Cari Supplier - Incar Pasar Indonesia

NERACA

Jakarta - Produk untuk penghobi aktivitas outdoor asal Negara Taiwan Atunas tengah fokus melancarkan pemasaran mereka di Indonesia. Dengan melihat pertumbuhan kebutuhan akan perlengkapan outdoor seperti mendaki, hiking hingga berkemah di Indonesia membuat Atunas butuh banyak supplier yang siap untuk pangsa pasar tersebut.

“Saat ini kami baru bekerjasama dan tengah mencari peluang pada perusahaan distributor di Indonesia. Ke depannya kami juga tengah mencari rekanan untuk menjual produk franchise kami di Indonesia,” cetus Senior officer, GM office ATUNAS Taiwan, Sherry Chen dalam keterangannya, kemarin.

Ada beberapa produk andalan yang mulai dikenalkan untuk pencinta kegiatan outdoor di Indoensia. Sebut saja, ATUNAS fast cooling ice-cold-shirts, ATUNAS X-static, iRoller dan ATUNAS Insect Repellent. “Atunas didirikan sejak tahun 1975. Di bidang terkait kami sudah sangat berpengalaman. Kami telah sukses mengembangkan pakaian dan perlengkapan untuk aktivitas outdoor, termasuk kegiatan seperti di air, pengunungan, perjalanan, bersepeda produk kebugaran dan untuk olahraga ekstreem dan lain-lain,” jelas Sherry.

Sedikit penjelasan mengenai produk Atunas Ice Cold-fast cooling shirts, produk ini mampu mengatasi cuaca panas di Indonesia karena mampu memberikan kesejukan saat dipakai. Kemudian untuk Atunas X-static, ini adalah produk yang dikembangkan atau dipakai oleh tentara Amerika Serikat yang mampu mengatasi bakteri pada bahan pakaian.

Selanjutnya, iRoller, Diperuntukan sebagai alat yang bisa dirakit sendiri dan bisa dikombinasikan dengan beragam bentuk. Benda ini sangat menyenangkan ketika beragam fungsi dan kombinasi warna bisa diterapkan. iRoller juga ramah lingkungan karena mampu digunakan untuk setiap komponen dan mengurangi limbah. Terakhir adalah produk Atunas Insect Repellent yang bisa menangkal gigitan nyamuk penyebab penyakit menular.

“Produk paling laku di Indonesia tahun 2016 lalu adalah Atunas Insect Repellent. Sebagai Negara subtropis, Taiwan juga pernah mengalami serangan nyamuk demam berdarah. Dengan produk ini mampu mengatasi hal tersebut,” kata Sherry lebih lanjut. Sebagai merek perlengkapan outdoor ternama di Taiwan, Atunas telah menjalankan prinsip kejujuran dan ketangguhan dalam berbisnis, semua itu dedikasikan untuk menjaga kualitas yang unik selama lebih dari 40 tahun.

Produk yang spesifik menyasar kalangan petualang atau kegiatan olahraga ekstrem ini melihat segmen pasar untuk hobi mendaki dan perlengakapan outdoor di Indonesia masih akan sangat berkembang pesat. Untuk itu Atunas yang telah lebih dari 40 tahun menekuni bisnis ini memberanikan diri untuk masuk ke segmen tersebut. Pencapaian Atunas yang membanggakan di dunia antara lain, tim mendaki Atunas telah menaklukkan puncak tertinggi di 7 benua pada tahun 2009 dan akan melanjutkan proyek 8K Summits Project. Rencana lain adalah mencapai 14 puncak dengan ketinggian 8000m di seluruh dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Honor 7A Resmi Masuk di Pasar Indonesia

Honor secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memboyong Honor 7A yang ditujukan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jadi Temuan BPK Bila Pemda Tak Cairkan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang tidak menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) maupun…

PPATK Keluarkan Surat Edaran Tentang Gratifikasi

      NERACA   Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengeluarkan Surat…

Produksi Avtur Kilang Cilacap Meningkat

  NERACA   Jakarta - Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa…