Hapus Hambatan Perdagangan Bilateral - KUNJUNGAN WAPRES AS MICHAEL PENCE KE INDONESIA

Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence menegaskan, pihaknya percaya bahwa hambatan perdagangan harus dihapuskan antara Indonesia dan AS. "Dan arena kompetisi harus setara, memangkas hambatan-hambatan perdagangan untuk memastikan eksportir AS dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam pasar Indonesia sebagaimana yang didapat oleh eksportir Indonesia di berbagai sektor di AS selama bertahun-tahun," ujarnya dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4).

NERACA

Pence yang berbicara atas nama Presiden AS Trump berharap bisa bekerja sama dengan Indonesia untuk membuat sejumlah kemajuan di bidang ekonomi khususnya. Dia juga menyampaikan terima kasih atas keterbukaan pemerintah Indonesia kepada tim AS untuk memulai pembicaraan (tentang perdagangan) dalam beberapa pekan ke depan.

"Di bidang ekonomi, Presiden Trump mengirimkan pesan tentang hubungan komersial yang baik antara AS dengan Indonesia. Presiden mengatakan kita akan melihatnya lebih jauh dan berkesinambungan," ujarnya seperti dikutip Antara.

Tidak hanya itu. Pence juga menyatakan bangga bisa mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. "Kami percaya, kita masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan hubungan perdagangan di bawah kepemimpinan Presiden Trump, secara bebas dan adil, demi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi kedua belah pihak," katanya.

Ini pertanda Presiden AS Trump meminta kemudahan perdagangan kepada Presiden Jokowi, padahal beberapa bulan lalu sempat membuat heboh pemerintah dan masyarakat karena menuding Indonesia berperilaku curang dalam hubungan dagang sehingga membuat neraca perdagangan AS mengalami defisit.

Pence lebih lanjut mengatakan, AS ingin hubungan dagang dengan Indonesia harus bebas hambatan. Tak hanya itu, AS juga meminta arena kompetisi kedua negara harus setara.

"Memangkas hambatan perdagangan untuk memastikan eksportir AS sepenuhnya berpartisipasi dalam pasar Indonesia," ujarnya.

Jokowi pun menyambut baik permintaan itu dan mengatakan, sejumlah perwakilan akan melanjutkan pembicaraan kesepakatan saling menguntungkan bulan depan. Bagaimanapun,

AS merupakan mitra dagang Indonesia terbesar keempat. Tahun lalu, nilai perdagangan bilateral Amerika ke Indonesia US$23,4 miliar. Bahkan pada 2015, perdagangan bilateral US$23,8 miliar dengan surplus Indonesia US$8,6 miliar.

Di bidang investasi, Amerika Serikat juga mengucurkan dana US$1,16 miliar tahun lalu untuk 540 proyek di Indonesia. Pada 2015, AS juga memberikan US$893,2 juta dalam 261 proyek.

Indonesia juga selama ini mengirimkan sejumlah komoditas utama ke Amerika Serikat seperti manufaktur apparel, makanan, produk kulit, produk elektronik, dan produk perikanan senilai US$10,88 miliar. Di sisi lain, komoditas utama RI yang diterima dari AS berupa produk pertanian, makanan, kimia, dan alat transportasi mencapai US$ 4 miliar.

Pence menginginkan kedua negara mencari hubungan yang saling menang dan menguntungkan alias "win-win". "Dan kami opmististis hal ini bisa dicapai. Kami mengharapkan ini bisa menjadi asas bersama, sehingga seperti saat berpartisipasi secara adil dalam hubungan dengan Indonesia," ujarnya.

Kemitraan Strategis

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wapres AS Michael Pence, membahas berbagai bidang kerja sama strategis, khususnya ekonomi dan politik dalam pertemuan bilateral selama sekitar satu jam.

"Pembicaraan tadi dengan Pence menyangkut dua hal, yaitu hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika yang tentu kita ingin pahami dulu yang mereka maksud dengan `American first` ini, jadi tentu bagi dia bagaimana peningkatan hubungan perdagangan dan investasi di negara-negara lain, seperti Indonesia," ujar JK.

JK mengatakan, pemerintah Indonesia ingin mengetahui skema kerja sama ekonomi bilateral yang diinginkan AS melalui kemitraan strategis komprehensif, oleh karena itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan ke Washington, AS pada Mei 2017.

"Mereka lebih inginkan hubungan itu lebih bersifat bilateral tidak bersifat multilateral, seperti TPP, Indonesia juga tidak masuk TPP, karena itu kita akan segera untuk merundingkan `strategic partnership` khususnya dibidang ekonomi dengan AS," ujarnya.

Amerika Serikat sebagai penggagas kerja sama ekonomi Trans Pacific Partnership (TPP) pada 2013, telah menyatakan mundur dari keanggotaan pada Februari 2017, setelah Presiden Trump berkuasa.

Terkait fokus kerja sama di bidang politik, JK mengatakan Indonesia sebagai demokrasi terbesar ketiga dan AS sebagai yang terbesar dunia sama-sama mengingkan stabilitas keamanan dan perdamaian. "Kita sama-sama tentu bagaimana perdamaian di banyak negeri ini, dan Indonesia siap untuk mempunyai peranan karena Indonesia sebagai negara ASEAN tidak mempunyai katakanlah suatu blok dengan negara-negara seperti itu," ujarnya.

Wapres menyebutkan Indonesia juga siap meningkatkan kerja sama penanggulan terorisme melalui pertukaran informasi intelijen dan latihan pengamanan bersama. "Bagaimana saling tukar informasi, apakah laporan intelijen tentang radikalisme atau terorisme, itu juga kita bicarakan Mei 2017," tutur dia.

Usai melakukan pertemuan bilateral yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut, Pence mengunjungi Masjid Istiqlal dan berdialog dengan pemuka lintas agama. Selanjutnya, pada sore hari kemarin Pence akan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN dalam rangkaian peringatan 40 tahun hubungan AS-ASEAN.

Sebelumnya Wapres JK dan Wapres AS Mike Pence menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bisnis antara pengusaha Indonesia dan AS. "Soal forum bisnis, mereka seperti biasa ada MoU antara para pengusaha, jumlahnya saya belum tahu, tapi sebetulnya investasi terbesar AS di Indonesia itu energi," ujar JK, Selasa (18/4).

Mereka menyaksikan penandatanganan MoU lima perusahaan di bidang energi dan teknologi informasi (IT). Lima perusahaan AS yang akan menandatangani MoU dengan pebisnis Indonesia adalah General Electric (GE), Applied Materials (AMAT), Lockhead Martin, Honeywell, dan Greenbelt Waste Resources.

Selain itu, Wapres JK juga akan membahas lebih lanjut rencana perusahaan minyak dan gas AS untuk terlibat dalam proyek "Indonesia Deepwater Development" (IDD). "Ya dan memang sektor energi kita butuhkan karena memang butuh modal besar dan teknologi yang tinggi, kita sudah bicarakan pendahuluannya, bagaimana Natuna, IDD di Chevron, dan sebagainya," ujarnya.

Pada bagian lain, Grup bisnis Lippo menangkap kunjungan Wapres AS ke Indonesia sebagai sinyal positif. "Bayangkan, seorang wakil presiden AS dalam waktu yang begitu dekat dari mulai menjabat sudah ke Indonesia. Itu sudah pertanda yang baik bahwa Amerika memperhatikan Indonesia," ujar Direktur Grup Lippo John Riady usai menghadiri The Indonesia Summit 2017 di Jakarta, kemarin.

John berharap kedatangan Pence bisa meningkatkan perdagangan dan investasi antar kedua negara. Menurut John, untuk negara sebesar AS dan Indonesia, nilai perdagangan dan investasi keduanya masih relatif kecil.

Karenanya, perwakilan kedua negara harus menemukan solusi bersama guna menumbuhkan kinerja perdagangan dan investasi. "Saya rasa hubungan pemerintah di kedua negara saat ini baik. Jadi semoga akan menghasilkan lebih banyak lagi," tutur dia.

Menurut John, AS dibawah kepemimpinan Donald J Trump sebenarnya lebih berorientasi global dan mendukung investasi dibandingkan apa yang tampak di media sosial. Karenanya, sebagai negara yang memiliki pasar yang besar yang didukung oleh fundamental ekonomi yang cukup kuat, Indonesia tidak tidak perlu khawatir terhadap kebijakan Trump.

Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri, AS merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi Indonesia dengan nilai US$23,4 miliar pada tahun 2016 atau turun tipis dari capaian tahun sebelumnya, US$23,8 miliar.

Komoditas ekspor Indonesia ke AS antara lain produk manufaktur, produk makaan, produk kulit, komputer dan produk elektronik, dan produk perikanan. Sementara impor tebesar dari AS ke Indonesia adalah produk pertanian, produk makanan, bahan kimia, dan alat transportasi.

Dari sisi investasi, AS merupakan investor asing terbesar ke-7 di Indonesia dengan nilai US$1,16 miliar untuk 540 proyek pada tahun lalu, naik dari capaian tahun sepanjang tahun 2015, US$893,2 juta untuk 261 proyek. Bidang usaha yang paling diminati investor asal AS adalah pertambangan, makanan, alat angkut dan kimia/farmasi. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

  Oleh: Agung Widjayanto, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Konflik Israel – Palestina atau bagian dari konflik Arab -…

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM NERACA Jakarta - Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hasan Jauhari mengungkapkan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

DAMPAK KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED - BI Pertahankan Bunga Acuan 4,25%

Jakarta-Meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 0,25%, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse…

PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI - BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien?

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…