Bank Jatim Bukukan Laba Rp 340 Miliar

NERACA

Jakarta–PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau (BankJatim) berhasil membukukan laba bersih Rp340 miliar di kuartal pertama 2017 atau tumbuh 8,68% dibandingkan tahun sebelumnya Rp312,83 miliar. Hasil positif ini sejalan dengan pertumbuhan kredit yang menunjukkan peningkatan sebesar Rp29,29 triliun atau tumbuh 3,62% pada tahun lalu.”Pertumbuhan signifikan terjadi pada kredit program modal kerja yang dimiliki Bank Jatim,” kata Direktur Bank Jatim, Rudie Hardiono di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, Pundi Kencana dan Laguna yang merupakan kredit modal kerja tumbuh masing-masing 10,13% dan 106,50% dalam setahunan. sementara Kredit SiUmi (Siklus Mikro Kecil) yang diperuntukkan untuk usaha mikro tumbuh luar biasa dengan mencatatkan pertumbuhan 902,15%. Dari sisi pendanaan pada triwulan satu 2017 ini, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan masih didominasi tabungan dengan mencatatkan pertumbuhan 10,90% yaitu sebesar Rp12,19 triliun. Pertumbuhan tabungan yang signifikan tersebut menunjukkan keberhasilan Bank Jatim dalam mengelola dana murah.

Menurut Rudie, keberhasilan tersebut memperkuat rasio dana murah atau CASA menjadi 74,72%. “Kepercayaan nasabah Bank Jatim yang meningkat menjadi salah satu faktor pertumbuhan tabungan di triwulan satu,” jelasnya.

Untuk Rasio keuangan Bank Jatim posisi Maret 2017 sendiri lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain, Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,18% dari sebelumnya 6,83%, Return On Asset (ROA) 3,80% menjadi 3,96. Sementara beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) turun dari 65,32% menjadi 62,62%.

Selain itu, Direktur Bisnis Menengah dan Koperasi BPD Jatim Su’udi menambahkan, perseroan tengah menunggu izin prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana perseroan untuk melakukan pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) menjadi badan usaha syariah (BUS). Untuk itu, perseroan sudah menyiapkan alokasi dana sekitar Rp500 miliar sebagai suntikan modal awal jika proses spin off rampung dilaksanakan.

Disebutkan, total modal awal yang akan diterima oleh BUS mencapai Rp502 miliar. Adapun, Rp2 miliar tersisa rencananya akan diberikan oleh koperasi pegawai."Nanti setelah izin prinsip dikeluarkan, kami akan ajukan izin ke Kementerian Hukum dan HAMuntuk pendirian perusahaan baru," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pasca-spin off BUS Bank Jatim akan menyandang status sebagai bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dengan modal inti dibawah Rp1 triliun. Per Maret tahun ini, UUS Bank Jatim sukses menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1 triliun. Sebagai catatan, pasca dilakukannya Spin Off, BUS akan menjadi entitas usaha Bank Jatim. Namun sekitar 3 tahun berikutnya entitas usaha tersebut bakal diambil alih oleh Pemerintah Daerah.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Peruri Melesat Hingga 424,80%

NERACA Jakarta - Perum Peruri mencatat perolehan laba bersih pada kuartal tiga 2017 sebesar Rp283,16 miliar atau naik 423,80% dibandingkan…

Relokasi Kantor, Bank DKI Implementasikan Penataan Kantor Layanan

      NERACA   Jakarta - Bank DKI membuka kantor Cabang Pembantu Syariah di Jl. Raya Transyogi Cikeas, Bogor,…

Bank Konvensional Di Aceh akan Ditutup - Perda Lembaga Keuangan Syariah

    NERACA   Aceh - Pemerintah Provinsi Aceh mewacanakan menutup perbankan sistem konvensional, menyusul disahkannya Qanun atau Peraturan Daerah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…