Imigrasi Palembang Perketat Pengawasan Imigran Gelap

Imigrasi Palembang Perketat Pengawasan Imigran Gelap

NERACA

Palembang - Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Sumatera Selatan, berupaya memperketat pengawasan beberapa jalur yang biasa dijadikan pintu masuk imigran gelap atau tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

"Tindakan memperketat pengawasan pintu masuk imigran gelap tersebut perlu diintensifkan sehingga daerah ini tidak dijadikan sebagai tempat pelarian untuk mencari suaka politik seperti yang ditemukan pada beberapa tahun terakhir," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang Budiono Setiawan, di Palembang, Kamis (20/4).

Menurut dia, dengan pengawasan ketat tersebut diharapkan dapat menghilangkan pandangan warga negara asing bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang mudah dimasuki untuk mencari suaka politik ke beberapa negara yang mereka inginkan.

Tindakan pengawasan ketat yang dilakukan petugas Imigrasi beberapa tahun terakhir cukup efektif karena dapat dicegah masuknya imigran gelap."Sejak Januari hingga April 2017 ini belum ditemukan satupun imigran gelap, seperti beberapa tahun sebelumnya berhasil diamankan belasan imigran gelap yang berasal dari negara Pakistan dan Afghanistan," ujar dia.

Dia menjelaskan, sebagai gambaran di wilayah Sumatera Selatan daerah dan jalur yang biasa dijadikan jalur pintu masuk oleh imigran gelap yakni daerah perbatasan Sumsel dengan Jambi seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Banyausin, dan Kota Palembang.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun dari para imigran yang ditangkap, mereka masuk ke wilayah provinsi ini dengan melakukan perjalanan darat dari Riau ke Jambi dan melanjutkan perjalanan melalui jalan lintas timur Sumatera Palembang-Lampung menuju perwakilan PBB di Jakarta.

Untuk melakukan pengawasan ketat agar bisa mencegah masuknya imigran gelap tersebut, selain menempatkan petugas bagian pengawasan dan penindakan keimigrasian di sejumlah lokasi tertentu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian terutama di jalan lintas Sumatera, serta petugas keamanan bandara. Selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian, keamanan bandara, dan instansi terkait lainnya, pihaknya juga mengharapkan partisipasi masyarakat dengan melaporkan kepada petugas imigrasi. Ant

BERITA TERKAIT

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang  NERACA Palembang - Jumlah penerima Program Keluarga Harapan di Palembang meningkat dari sebelumnya…

Pemerintah Bentuk Satgas Pengawasan TKA - KAWAL IMPLEMENTASI PERPRES NO 20/2018

Jakarta- Pemerintah akhirnya membentuk satuan tugas (Satgas) Pengawasan tenaga kerja asing (TKA) yang melibatkan 25 kementerian dan lembaga terkait, sebagai…

BEI Resmikan Dua Galeri Pasar di Palembang

Dalam rangka meningkatkan penetrasi industri pasar modal di kalangan masyarakat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan pendirian du galeri…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

BPJS-TK Sumbagsel Gandeng Kejaksaan Tindak Ratusan Perusahaan Nakal

BPJS-TK Sumbagsel Gandeng Kejaksaan Tindak Ratusan Perusahaan Nakal  NERACA Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Wilayah Sumatera Bagian…

Pasar Murah Bekasi Sasar 10.000 Warga Miskin

Pasar Murah Bekasi Sasar 10.000 Warga Miskin NERACA Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyasar 10.000 rumah tangga miskin…

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang  NERACA Palembang - Jumlah penerima Program Keluarga Harapan di Palembang meningkat dari sebelumnya…