Acset Revisi Kontrak Baru Jadi Rp 7,5 Triliun - Kantungi Proyek Jalan Tol

NERACA

Jakarta – Berkah menggeliatnya proyek infrastruktur yang digagas pemerintah, BUMN maupun swasta, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mulai kebanjiran kontrak baru. Alhasil, perseroan merevisi target perolehan kontrak baru di tahun ini dari sebelumnya Rp 4,5 triliun menjadi Rp 7,5 triliun. Hal ini sangat beralasan, karena saat ini kontrak baru perseroan telah mencapai Rp 6,9 triliun.”Kami optimis mencapai target tersebut di akhir tahun nanti. Pencapaian tersebut kembali menguatkan portofolio ACSET sebagai penyedia jasa konstruksi,”kata Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pada kuartal pertama tahun 2017 ini, kerjasama operasi (KSO) Waskita-Acset berhasil mendapatkan proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek II Elevated senilai Rp13,5 triliun, dimana perolehan kontrak ini menandakan masuknya Acset ke sektor pembangunan infrastruktur yang secara positif melibatkan kemitraan dengan BUMN.

Pendapatan dalam kuartal pertama tahun 2017 terutama berasal dari sektor konstruksi sebesar 99% dan fondasi 1%, sedangkan untuk sektor infrastruktur belum memberikan kontribusi pendapatan pada periode ini karena masih dalam tahap persiapan operasional proyek.”Selain proyek Jakarta-Cikampek II Elevated, hingga kini Acset juga telah mendapatkan proyek lainnya seperti pekerjaan soil improvement di Jawa Tengah dan Jalan Tol Bakauheni-Sidomulyo,"ujar Maria.

Menurutnya, pada tahun 2017 akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan peluang bagi Acset. Pertumbuhan pesat Acset di tengah menurunnya gairah pasar properti domestik mencerminkan kemampuannya untuk dapat dengan cermat membangun strategi usaha dan memilah proyek-proyek yang senantiasa dapat memberikan added value bagi perusahaan.

Kata Maria Cesilia, tahun ini Acset akan fokus pada kontribusinya dalam program percepatan pembangunan infrastruktur nasional dan juga diversifikasi aktif dalam bidang soil improvement tanpa meninggalkan kemampuan utama Acset di bidang fondasi dan struktur/konstruksi."Acset juga mendorong safety dan kualitas pekerjaannya sebagai elemen kunci diferensiasi yang dapat menjadikan Acset unggul di bidangnya serta mengantarkannya untuk menjadi The Largest Private Construction Company di tahun 2020,"tandasnya.

Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar 59% menjadi Rp31 miliar dari Rp19 miliar di tahun 2016.Selain itu, pendapatan usaha juga mengalami kenaikan menjadi Rp506 miliar atau meningkat 11% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp458 miliar.

BERITA TERKAIT

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…

Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun

NERACA Jakarta –Pada paruh pertama tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,9% menjadi Rp…

Indosat Realisasikan Obligasi Rp 2,71 Triliun

Hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) tahap III sebesar Rp 2,71 triliun telah direalisasikan oerseroan untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…