Minyak Terus Digenjot Hingga 66,7 Juta KL

NERACA

Cilacap--PT Pertamina (Persero) mengklaim ada dua proyek baru dan lima proyek peningkatan produksi kilang sehingga target produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 66,7 juta kiloliter (kl) dapat tercapai di 2018. “Ada dua proyek kilang baru yang dibangun Pertamina yakni pertama proyek Balongan Baru, Jawa Barat yang ditargetkan memproduksi BBM sebesar 9,6 juta kl di 2017 dan kedua Kilang Tuban, Jatim yang direncanakan mulai produksi BBM sebesar 8,29 juta kl," kata Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun yang ditemui di Cilacap Kamis (29/12)

Sedangkan, lima proyek peningkatan produksi kilang adalah "refurbishment" Kilang Plaju, Palembang, Sumsel dengan target penambahan produksi 120 ribu kl premium mulai 2013. “Lalu, proyek kero treater Kilang Dumai-BLPP berupa pengalihan minyak tanah menjadi avtur dengan volume 2,61 juta kl mulai 2013," tambahnya

Menurut Harun, proyek pemanfaatan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap dengan tambahan produksi premium 1,9 juta kl. "Namun terdapat pengurangan solar sebesar 710 ribu kl di 2014," lanjutnya.

Lebih jauh kata Harun, bottom upgrading BLPP di Kilang Balikpapan yang ditargetkan menambah produksi premium mulai 2017 sebesar 400 ribu kl. "Dan terakhir revumping Kilang Dumai dengan tambahan produksi premium 830 ribu kl, minyak tanah 470 ribu kl, solar 2,26 juta kl, dan avtur 480 ribu kl mulai 2017," terangnya

Harun menambahkan kebutuhan BBM meningkat setiap tahun dengan rata-rata sebesar empat persen di 2012 sebesar 54,5 juta kl, 2013 kebutuhannya sebesar 56,7 juta kl, 2014 58,9 juta kl, 2015 61,3 juta kl, 2016 63,7 juta kl, 2017 66,3 juta kl, 2018 68,9 juta kl, dan 2019 71,7 juta kl. "Sementara itu melalui tujuh proyek tersebut, produksi BBM mulai bertambah dari 40,6 juta kl menjadi 43,6 juta kl di 2014. 2017 58,4 juta kl, dan di 2018 66,7 juta kl," imbuhnya

Dari Singapura, Harga minyak kembali berada di bawah USD100 per barel di Asia, setelah laporan menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) melonjak pada pekan lalu. Ini menandakan permintaan terhadap minyak bisa melemah. Benchmark harga minyak mentah untuk pengiriman Februari naik 19 sen menjadi USD99,55 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.

Sementara untuk harga kontrak minyak mentah jatuh USD1,98 dan bertengger di USD99,36 di New York pada Rabu waktu setempat. Dilansir dari Associated Press, Kamis (29/12/2011), di London, harga minyak mentah jenis Brent turun 2 sen ke USD107,54 per barel di bursa ICE Futures.

American Petroleum Institute mengatakan, pada Rabu malam persediaan minyak mentah AS naik 9,6 juta barel pekan lalu. Sementara analis yang disurvei oleh Platts telah memperkirakan penurunan pasokan minyak sebesar 2,3 barel. Sedangkan persediaan bensin naik 1,9 barel minggu lalu dan minyak sulingan tumbuh 600 ribu barel.

Administrasi Informasi Departemen Energi melaporkan, data pasokan mingguan akan dilansir pada Kamis waktu setempat. **cahyo

Related posts