Konsorsium JTD Menangkan Proyek 6 Ruas Tol

NERACA

Jakarta----Pemenang tender proyek pembangunan enam ruas tol,yakni PT Jakarta Tollroad Development (JTD) tinggal menunggu persetujuan Menteri Pekerjaan Umum. Namun pemenang prakualifikasi secara resmi ini akan diumumkan ke publik pada awal 2012. “Hasil prakualifikasi ini akan sah setelah dapat persetujuan dari Menteri PU,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly kepada wartawan di Jakarta,29/12.

Ahmad Gani mengakui saat ini hasil dari prakualifikasi proyek enam ruas tol dalam kota itu sudah dilaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum (PU). “Menyangkut masalah pembebasan lahan akan diserahkan secara keseluruhan pada Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta sebagai pemprakarsa. Proses pembebasan lahan diharapkan bisa berjalan mulai 2012, setelah hasil prakualifikasi keluar,” tambahnya.

Berdasarkan catatan, proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota sepanjang 67,74 kilometer dengan kebutuhan anggaran Rp40,02 triliun itu,rencananya akan dibangun dalam empat tahap. Adapun konsorsium PT Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari BUMN PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP),PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) serta PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Direktur Operasional PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Hudaya Aryanto, salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium JTD mengatakan,untuk rencana proyek enam ruas tol dalam kota, diperkirakan penentuannya akan ditetapkan pada Februari 2012 setelah tahap prakualifikasi kedua diselesaikan.

Lebih jauh kata Hudaya, saat ini penyelesaian proyek itu tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk penentuan hasil prakualifikasi proyek. Dia mengatakan pascaditetapkannya hasil prakualifikasi, barulah mereka akan menentukan pembagian saham dalam proyek itu.

Rencananya, BUMD DKI akan menguasai sekitar sepertiga dari total saham, sehingga sisanya akan dibagi oleh lima perusahaan lainnya yang masuk dalam konsorsium tersebut. Dalam proyek pembangunan tol sepanjang 67,74 kilometer itu,CMNP membidik untuk menjadi operator dan pemeliharaan tol.Hal itu berkaitan dengan kompetensi perusahaan.

Sementara itu, Direktur Keuangan CMNP Indrawan Sumantri mengatakan, untuk pendanaan ruas tol itu, perusahaan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1–1,5 triliun tahun depan. “Dana obligasi itu akan digunakan untuk pembangunan Depok-Antasari,modal awal di ruas enam tol dalam kota, dan pemeliharaan ruas tol yang eksisting,” ujarnya

Untuk proses akuisisi ruas tol JORR yang masuk dalam 24 ruas tol,menurut Hudaya, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan tahap uji tuntas dan tinggal menyelesaikan masalah negosiasi harga dan nilai saham.

Sementara itu proyek pembangunan jalan tol Batang-Pemalang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan melintasi lahan delapan desa Kecamatan Batang dan Warungasem.

Direktur Keuangan PT Pemalang-Batang Toll Road, Amba mengatakan, investor akan memberikan peluang pada pemkab melakukan inventarisasi bangunan dan tanaman untuk dihitung ulang lagi.

Investor, katanya, pada Januari 2012 akan langsung berkunjung ke Batang, Pekalongan, dan Pemalang untuk melihat rekonsiliasi data pembebasan tanah proyek jalan tol tersebut.

"Direktur Utama PT Pemalang Batang Toll Road akan datang untuk pemantapan jadwal pembebasan lahan tersebut," katanya.

Amba menambahkan proses pembebasan lahan akan segera direaliasikan karena pemerintah telah memastikan dana badan layanan umum (BLU) untuk proyek sudah bisa digunakan. "Karena itu, kami meminta tim pembebasan tanah dan panitia pengadaan tanah bekerja serius setelah ada kepastian soal dana tersebut," pungkasnya. **cahyo

Related posts