Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi

Head, Managed Investment Product

Standard Chartered Bank

Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan segera menikmati masa liburan panjang. Inilah saat tepat memanfaatkan waktu liburan dan mengajari anak konsep keuangan sederhana yang dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan mengelola keuangan.

Kebiasaan mengelola uang dengan baik harus ditanamkan sedini mungkin dan sebagai orang tua, mengajari dan membimbing anak-anak kita dalam mengelola keuangan adalah salah satu dari hadiah yang dapat kita berikan kepada mereka sebelum mereka mengelola keuangan dalam jumlah dan komitmen yang lebih besar saat beranjak dewasa.

Pendidikan keuangan penting diberikan pada usia berapa pun dan di Standard Chartered Bank, kami memiliki beberapa modul yang disesuaikan dengan beragam tahap kehidupan. Bagi anak-anak usia sekolah dasar, modul tersebut mencakup tiga konsep dasar yaitu Menabung, Berbelanja, dan Berbagi.

Menabung

Anak-anak kita kerap menerima uang sebagai pemberian. Entah itu uang saku, hadiah saat ulang tahun, naik kelas, maupun hadiah saat memperingati hari raya tertentu. Penting mengingatkan kepada mereka bahwa tidak baik membelanjakan seluruh uang mereka, dan sebagian uang mereka harus disisihkan untuk ditabung .

Kita perlu mengajarkan putera puteri kita konsep penting mengapa menabung itu penting. Selain menyisihkan untuk keperluan tak terduga, mereka juga perlu menabung untuk membeli berbagai hal yang diinginkan, membantu orang tua, serta kebutuhan masa depan bila diperlukan.

Bagi anak-anak, menabung dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Orang tua dapat mulai mengajari dengan cara kuno yaitu menyediakan kotak uang (celengan). Banyak tersedia celengan dengan desain menarik. Anak-anak juga dapat membuat celengan mereka sendiri. Mulailah menabung dengan menyisihkan sejumlah uang tertentu setiap hari, hingga celengan penuh. Cara yang lain adalah dengan menyediakan beberapa kotak atau toples dengan nominal uang berbeda agar anak-anak bisa melihat kotak mana yang terisi penuh lebih dulu.

Bila sudah penuh, hitunglah koin yang terkumpul bersama anak. Luangkan waktu untuk melakukannya dengan cara yang menyenangkan --- misalnya menghitung uang sesuai nominal angka, atau dipisah setiap 10 lembar atau koin, dan sebagainya.

Metode celengan merupakan cara yang bagus untuk memperkenalkan konsep bank kepada anak. Saat liburan, gunakan kesempatan untuk mengikutsertakan anak dalam proses perbankan dengan mengajak mereka membuka rekening mereka sendiri. Menjadi bagian dari proses membuka rekening mereka sendiri akan menumbuhkan rasa kepemilikan dari si anak.

Salah satu cara menabung paling jitu adalah dengan tidak melihatnya. Oleh karena itu, menabung di bank tidak hanya membantu anak agar tidak tergoda dalam membelanjakan uangnya, namun juga merupakan cara bijaksana untuk menabung uang mereka karena jumlahnya akan berkembang karena bunga.

Berbelanja

Saat anak-anak memahami jumlah yang telah mereka kumpulkan atau tabung, ajak mereka berbelanja hal-hal yang disukai atau diinginkan, sesuai dengan uang yang telah mereka sisihkan. Pastikan mereka memahami nilai barang yang ingin mereka beli dengan uang yang akan mereka belanjakan. Ajari mereka membelanjakan hanya setengah dari jumlah tabungan dan tetap menyisihkan bagian lainnya di tabungan atau celengan.

Mendidik anak-anak untuk berbelanja dengan bijaksana adalah penting. Namun pelajaran yang sama pentingnya adalah dapat membedakan antara keginginan dan kebutuhan. Selain itu, pengertian berbelanja sesuai dengan kemampuan juga perlu dipelajari.

Selama liburan sekolah, luangkan waktu bersama anak untuk mengajarkan konsep kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Salah satu cara untuk mengajari hal ini adalah dengan mengajak mereka berbelanja ke supermarket. Buat daftar kebutuhan keluarga dan luangkan waktu bersama untuk memilih apa saja yang perlu dibeli segera dan apa saja yang dapat dibeli kemudian.

Berbagi

Terakhir, ajari anak-anak untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. Kegiatan berbagi dan memberi tidak selalu harus dalam bentuk uang. Dengan banyaknya waktu luang saat liburan sekolah, ajak anak-anak untuk memilih mainan serta buku-buku yang sudah jarang dipakai namun masih layak, untuk selanjutnya didonasikan ke anak-anak lain.

Mengajari anak menyisihkan uang bagi mereka yang kurang beruntung melalui kegiatan donasi juga merupakan pelajaran berharga bagi mereka. Sebagai contoh, di beberapa area publik, tersedia kotak-kotak amal. Ajak anak berdonasi dalam jumlah kecil agar mereka dapat menyaksikan bahwa bila dilakukan bersama-sama, maka dana yang disisihkan akan terus meningkat.

Yang terpenting, waktu bersama anak Anda untuk mengajari konsep Menabung, Berbelanja, dan Berbagi juga merupakan waktu berharga antara orang tua dan anak. (rin)

BERITA TERKAIT

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang tanah dan bangunan mantan…

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter NERACA Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini…

Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60% - Hotel dan Residensial Beri Kontribusi

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…