Kisaran Pertumbuhan Ekonomi 6,2% – 6,4% - Pada 2012

NERACA

Jakarta –Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan sedikit terganggu. Bahkan mengalami penurunan sekitar 6,2%-6,4%.. Karena itu pemerintah diminta secepatnya mengantisipasi krisis global. Masalahnya dampaknya akan lebih berat terhadap pertumbuhan ekonomi. “Karena itu, perkirakan pertumbuhan ekonomi 2012 tidak akan lebih baik dari 2011. Jadi skenario optimis pun tetap akan menunjukkan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, yang menurun,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Suryo Bambang Sulisto di JW Marriot, Rabu, (28/11)

Bambang mengkritik pemerintah yang telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi pada 2012 sebesar 6,7%. Karena target itu merupakan skenario terlalu optimis dan kurang mempertimbangkan faktor global terkait krisis Eropa.

Menurut Bambang, kondisi ekonomi dunia saat ini sangat rapuh. Sehingga sangat mungkin mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Faktor krisis eksternal ini bersifat mendalam dan berjangka jauh lebih panjang dari perkirakan semula. “Akibatnya, perekonomian Indonesia jelas terpengaruh faktor krisis ini sehingga mesti mengantisipasi dan menyiapakan diri terhadap kemungkinan dampak krisis tersebut”, paparnya.

Diakui Bambang, penerimaan negara sekarang sudah mencapai tidak kurang dari Rp1000 triliun dan belanja negara tidak kurang dari Rp1400 triliun. “Itu berarti secara nominal telah naik tidak kurang dari 1400%. meskipun nilai riilnya tidak sebesar peningkatan tersebut, tetapi nilai anggaran negara sudah sedemikian besar,”terangnya.

Dengan demikian, negara dan pemerintah seharusnya lebih leluasa untuk mengembangkan kebijakan fiskal yang efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui infratruktur dan menghidupkan usaha kecil dan menengah yang menunjang pertumbuhan ekonomi.

Suryo menambahkan, Untuk sementara itu kita lihat sasaran pertumbuhan ekonomi di dalam asumsi RAPBN 2012 berdiri di atas awan, tidak berbijak pada kenyataan riil dari fakta ekonomi dan politik yang ada. Karena itu, sangat dipahami jika Bank Indonesia kemudian muncul dengan angka lebih rendah dari asumsi patokan RAPBN 2012. pertumbuhan ekonomi tahun 2012 mendatang dipangkas dari 6,7% menjadi hanya sekitar 6,5% saja. Jadi ada dua angka resmi dari sektor negara, yakni 6,7% yang datang dari pemerintah dan DPR serta 6,5% dari Bank Indonesia.

Sebenarnya perkirakan tahun depan masih dapat diharapkan tumbuh di atas tingkat moderat. Tetapi karena gabungan faktor krisis eksternal dan faktor pemerintah dan birokrasi yang berat kapasitasnya serta kinerjanya, maka tahun depan sulit tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Tidak hanya Bank Indonesia, KADIN juga memperkirakan pertumbuhan tahun depan tidak lebih baik dari tahun ini, yakni hanya pada kisaran 6,2%-6,4%.

Jika krisis eropa terus memburuk dan kinerja pemerintah birokrasi seperti biasanya, maka angka patokan tersebut tidak bisa dipakai lagi karena kawasan-kawasan lain akan terkena dampaknya. Semua lembaga-lembaga internasional sudah menurunkan sasaran pertumbuhan ekonomi karena praktis semua kawasan, tidak terkecuali Asia juga mengalami penurunan dalam pertumbuhan ekonominya,” pungkasnya. **sahlan

Related posts