“Kebocoran” Dana APBN Diperkirakan Rp240 Triliun

NERACA

Bali----Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 (APBN) yang digunakan untuk proyek pengadaan barang dan jasa publik sekitar Rp240 triliun mengalami kebocoran. Artinya ada sekitar 30% yang menguap dari anggaran yang mencapai Rp800 triliun. "Perkiraan penguapan sekitar 30% didapat dari dana pengadaan barang dan jasa publik yang melalui mekanisme tender sebesar Rp800 triliun," kata Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Nawir Messi kepada wartawan di Denpasar,28/12

Menurut Nawir, dari kajian dan perhitungan yang dilakukan KPPU penguapan, alias kebocoran anggaran dalam jumlah besar itu bersumber dari tender yang tidak adil dan transparan. “Padahal efisiensi anggaran bisa dilakukan semua pemerintah daerah dan pihak lainnya, maka Indonesia bisa menjadi negara maju tanpa terbebani utang lagi,” tambahnya.

Lebih jauh Nawir memberi contoh, besaran proyek yang didanai APBN tahun ini yang pelaksanaannya pada 2012 mencapai Rp1.435 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp800 triliun atau 60% di antaranya untuk proyek pengadaan barang dan jasa lewat mekanisme tender secara adil dan transparan. "Dari pengalaman kami selama belasan tahun menangani pengawasan penyediaan barang dan jasa, diperkirakan ada overprice dari dana tersebut sekira 30%," ungkapnya

Sebenarnya, lanjut Nawir lagi, tender pengadaan barang dan jasa bisa dilakukan secara transparan. Maka hal itu bisa mencegah terjadinya penguapan dana proyek dalam jumlah besar tersebut. Selain itu, kata Nawir lagi, akan banyak dana yang bisa diselamatkan.

Jika dana-dana yang diduga menguap akibat penggelembungan atau overprice nilai proyek maka pemerintah tidak perlu lagi meminjam dana ke lembaga asing atau negara-negara donor luar negeri. "Kita perlu sampai menjadi negara peminjam atau pengemis, jika setengahnya saja dana yang diduga menguap setiap tahunnya itu dapat diselamatkan," tegasnya lagi.

Dikatakan Nawir, sebenarnya pemerintah tidak perlu lagi meminjam uang ke luar negeri untuk menutupi defisit APBN. Masalahnya hal itu bisa dilakukan. Karena utang bisa tertutupi dari dana yang berhasil diselamatkan apabila semua pihak bisa melakukan efisiensi anggaran. “Utang mestinya bisa ditutup dari dana yang diselamatkan,”ucapnya

Karena itu, kata Nawir lagi, pihaknya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pembenahan dan dalam hal tender pengadaan barang dan jasa agar bisa berjalan tranpasaran dan adil. “Mestinya perlu ada pembenahan soal tender ini supaya lebih transparan,”tuturnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengklaim besaran defisit anggaran hingga 27 Desember 2011 sudah mencapai sekitar 0,64% dari target defisit anggaran 2011 yang sebesar 2,1%.. Artinya sudah ada kenaikkan. "Realisasi defisit masih 0,64%, dan hal ini sudah menunjukan peningkatan," jelasnya

Di akhir 2011 ini, Agus yakin bahwa defisit anggaran bisa mencapai sekira 1,5% hingga 1,6%. Sebelumnya Agus mengungkapkan tidak akan bisa menahan defisit pada angka 2% pada 2011 ini. Karena itu, makanya perubahan defisit ini nantinya akan dilakukan pada APBNP. "Yang di APBNP, kita melihat dengan adanya belanja tambahan yang diminta Kementerian Lembaga defisit bisa melebihi 2%" ujarnya

Dengan demikian, tutur Agus, pemerintah harus lebih waspada. Pasalnya, defisit tersebut dilihat secara nasional. "Itu adalah APBN konsolidasi termasuk APBD. Kontribusi APBD bisa 0,5%-0,8%," jelas Agus. **yuan/cahyo

Related posts