Bermodal Komitmen Jalur Perbankan

Neraca. Bahasa klise bagi pemula dalam bidang bisnis adalah permodalan. Meski modal sesungguhnya bukan harga mati dalam menentukan menggeliat tidaknya usaha yang ingin kita geluti. Urusan financial memang erat dengan dunia perbankan, maka layaknya bagi Anda untuk mengadu nasib dengan meminjam permodalan dari perbankan. Tentu saja dengan komitmen yang dapat Anda yakinkan pihak perbankan.

Mengentaskan persoalan permodalan disaat Anda ingin mengawali usaha melalui jalur perbankan, dinilai tepat. Sebagai pemula, resiko dan perhitungan bunga dari perbankan sangat jelas ketimbang bila Anda merogoh kocek dari pihak lain, yang belum tentu jelas niat baiknya kepada Anda.

Ada beberapa kalkulasi, mengapa Anda pantas melangkah meminjam modal usaha melalui bank. Pertama, Anda akan terpacu untuk menjalankan usaha secara lebih profesional agar mampu mengembalikan pinjaman. Kedua, meminjam ke bank juga memacu Anda untuk memiliki lebih banyak aset usaha yang tentu sangat berguna untuk mengembangkan bisnis. Seperti yang Anda ketahui, salah satu syarat mengajukan pinjaman adalah wajib memiliki aset sebagai agunan. Ketiga, karena bank adalah lembaga legal yang dapat dipertanggungjawabkan dalam hal bargaining jika ada masalah di kemudian hari.

Namun tidak pula semua bank mampu memenuhi keinginan Anda dalam mendukung pilihan membuka usaha baru di tahun 2012. Pertimbangkanlah beberapa jenis Bank dengan beberapa kriteria sebagai berikut; Pertama, bank yang memuat pemberitaan tentang performa, tingkat kesehatan keuangan, tingkat pelayanan, kemampuan operasional pendukung, serta penyampaian laporan keuangan bank tersebut di media. Perhatikan juga, apakah bank tersebut sudah go-public atau belum, dan cari tahu pula perkembangan harga saham bank yang bersangkutan.

Kedua, bank yang mengutamakan kemampuan usaha, bukan kecukupan agunan sebagai sumber pembayaran kembali. Mengapa demikian? Karena bank yang hanya mengutamakan kecukupan agunan akan cenderung langsung melikuidasi agunan jika usaha Anda bermasalah.

Ketiga, bank yang punya jaringan kerja luas, fasilitas Teknologi Informasi canggih, serta produk hAndal untuk mendukung kelancaran usaha, seperti phone banking, internet banking, dan ATM. Keempat, bank yang cepat dalam memproses kredit. Untuk itu, galilah informasi, berapa lama waktu yang diperlukan oleh bank tersebut untuk memproses aplikasi kredit.

Kelima, bank yang menerapkan tarif biaya atau cost paling rendah. Pengeluaran yang perlu dipertimbangkan adalah biaya provisi, biaya percetakan, biaya administrasi bulanan, besaran denda, biaya notaris, pengikatan agunan, asuransi dan biaya transaksi.

Dan keenam, bank yang memberikan kemudahan untuk Anda, seperti kedekatan lokasi, kualitas pelayanan, keamanan bertransaksi, kenyamanan berkonsultasi, kemudahan berkomunikasi serta kemudahan pengajuan komplain. Dengan mempelajari beberapa pertimbangan di atas, maka Anda lebih mudah untuk segera memilah dan menemukan bank pemberi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Namun perlu Anda ingat, bila mendirikan usaha tidaklah mudah. Orang yang gagal mendirikanusaha jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang sukses. faktor terpenting dalam memulainya ialah pengetahuan, pengalaman dan jaringan.

Pengetahuan tentang ilmu usaha memang sangatlah penting. misalnya jika ada orang yang membuka sebuah usaha kecil-kecilan. kalau tidak diperhitungkan dengan matang tentang modal, pengeluaran, pemasukan, tranport dan lainnya, maka bisa saja besar pasak dari pada tiang. usahanya bisa saja hancur saat itu juga. akan tetapi berbeda kalau orang tersebut memiliki pengetahuan yang mumpuni. usaha yang kecil pun bisa tumbuh menjadiusaha mandiriyang besar.

Faktor pengalaman pun sangat penting dalam mencoba membangun usaha yang mandiri. Jangan takut dengan kegagalan, karena kegagalan yang kita alami bisa berbuah manis sebuah pengalaman yang berharga. Untuk itu, mulailah dengan membuka seluas-luasnya jaringan usaha atau bisnis, dari orang-orang disekitar Anda.

Related posts