LifeBoy, Beri Penghargaan G24Hari: Sekolah Dan Guru Berprestasi Cuci Tangan

Lifebuoy telah lama melakukan edukasi terhadap siswa-siswi, guru dan orang tua wali murid mengajak untuk melakukan gerakan cuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Pada Kamis (22/12) ini, lifebuoy mengumumkan siapa-siapa saja yang berhasil dalam menerapkan budaya cuci tangan. Acara yang seyogyanya dihadiri oleh Menkes dan Mendikbud tersebut, yang ternyata berhalangan hadir tidak mengurangi kesuksesan dari kegiatan tersebut.

Lifebuoy terus meningkatkan kerjasamanya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dengan memberikan produk-produk yang ramah lingkungan dan memiliki standar kesehatan. Lifeboy memiliki kepedulian penuh kepada dunia kesehatan dan pendidikan, karena dengan menjaga kesehatan maka tingkat prestasi para siswa dapat diandalkan. Untuk itu lifeboy pun, mengeluarkan produk kesehatannya untuk masyarakat, agar menggunakan produk-produk kesehatan, karena telah memenuhi standar kesehatan.

Para peserta terdiri hampir 200.000 siswa SD di 10 provinsi melaksanakan Gerakan 21 Hari untuk Membentuk Kebiasaan Sehat yang diinisiasi produk tersebut. Program Gerakan 21 Hari (G21H) untuk membentuk kebiasaan sehat telah dilaksanakan dengan sukses pada 12 September hingga 30 Oktober 2011. PT Unilever Indonesia Tbk., melalui brand sabun kesehatannya Lifebuoy. Program ini merupakan aksi nyata gerakan Indonesia untuk hidup bersih dan sehat, bersama para mitra Lifebuoy memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada para pelaksana G21H meliputi Guru Terbaik, Dokter Kecil Terbaik, Sekolah Terbaik, dan Kader PKK Terbaik.

Pemberian penghargaan hanyalah sebuah langkah untuk member support kepada para peserta yang telah memberikan peran aktifnya dalam menerapkan hidup sehat dan bersih. Selain itu acara yang dilaksanakan ini juga untuk memaparkan betapa pentingnya menjaga kesehatan, yang dimulai dengan cuci tangan pakai sabun. Salah satu yang menjadi pemerkasa adalah Lifeboya, yang juga sebagai sponsor resmi. Bahwa lifeboy adalah sabun yang memiliki standar kebersihan yang terjamin.

Acara yang dihadiri oleh dr. Kirana Pritasari, Direktur Bina Kesehatan Anak – Kementerian Kesehatan, Elfira SH, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dr. H. Tb. Rachmat Sentika, Sp.A., MARS, Pakar Kesehatan dan Staf Ahli Menteri Kesejahteraan Rakyat; dan Amalia Sarah Santi, Senior Brand Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia Tbk. Untuk memeriahkan acara tersebut maka Ersa Mayori yang menghangatkan suasana sebagai MC dalam acara penghargaan tersebut.

Selain itu, para pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, TP PKK Pusat, dan PT Unilever Indonesia, Tbk. Antara lain; Prof. Suyanto Ph.D.,Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Khrisnajaya MS, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi Kementerian Kesehatan, drg. Ida Farida, Ketua Pokja 4 TP PKK Pusat dan Enny Sampurno, Vice President of Human Resources – PT Unilever Indonesia, Tbk, turut meramaikan acara tersebut. Kebersamaan itu tentunya untuk mendukung terlaksananya pola kehidupan sehat dan bersih yang dimulai dari sekolah dasar, guru, orang tua murid dan pihak lainnya untuk menyebarkan kepada masyarakat umum.

Para pembicara dari perwakilan menteri pendidikan dan kebudayaan, Suyanto mengatakan bahwa pentingnya gerakan cuci tangan untuk hidup sehat harus memenuhi kriteria. Di antaranya adalah fasilitas kebersihan yang menunjang seperti MCK adalah syarat mutlak, sehingga sekolah yang memiliki MCK yang bersih maka sudah tentu sekolah tersebut telah memiliki standar kebersihan. Peyediaan fasilitas MCK sangatlah penting didalam lingkungan sekolah sehingga para murid dan guru dapat mencuci tangan ketika waktu makan siang dan guru juga dapat memantau murid-muridnya untuk mengingatkan agar mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan.

Lifebuoy selama dalam program ini dari jauh hari telah memberikan fasilitas tersebut diantaranya aalah, sabun untuk cuci tangan, sabun mandi, sabun pencuci buah-buahan dan tas serta perlengkapan lainnya untuk menunjang kesehatan, termasuk bagi dokter kecil di sekolah. Perwakilan kementerian Menkes dan Mendiknas, secara khusus menyatakan harapannya, bahwa para kader-kader dokter kecil ini, bukan hanya menjadi dokter kecil saja, tetapi kelak akan menjadi dokter besar dimasa yang akan datang.

“Setelah melalui penerapan maka hasilnya sekitar 127.441 siswa SD atau hampir 70% dari total peserta G21H, berhasil dengan sempurna menerapkan semua kebiasaan sehat pada 5 saat penting yang telah ditentukan dalam G21H, yaitu cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan pagi, makan siang, makan malam, CTPS setelah dari toilet, dan mandi pakai sabun setiap hari selama 21 hari berturut-turut tanpa putus. Siswa lainnya masih perlu diedukasi lebih lanjut, terutama tentang pentingnya CTPS setelah dari toilet,”kata Sarah.

Related posts