Mengenal Hama Pengganggu Tanaman

Neraca. Musim hujan memang seringkali menyusahkan para petani karena banyak hama yang menyerang tanaman. Sedangkan pada musim kemarau, justru siklus hama dan penyakit akan terputus.

Keberadaan hama tanaman maupun hama padi akan merusak tumbuhan yang ada dan terkadang menimbulkan penyakit pada tumbuhan tersebut. Akibatnya para petani akan gagal panen. Musim hujan memang memberi banyak air dan kelembaban yang tanaman Anda butuhkan. Tapi kelebihan air dapat merusaknya, terutama untuk tanaman hias atau pot Anda.

Hal ini dikarenakan nutrisi penting dalam campuran pot (dari tanah liat) tersapu oleh hujan yang turun terus-menerus. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu membuang air yang tergenang dalam pot bunga Anda setelah hujan.

Hujan yang berlebihan pada akhir Mei dan Juni, biasanya akan mengakibatkan munculnya penyakit tanaman dan hama penyakit. Tidak hanya itu, air yang menggenang akibat hujan juga akan membuat tanaman layu dan mati.

Air yang merendam akar dan batang akan membuat tanaman membusuk. Bercak coklat pada daun merupakan penyakit jamur yang disebabkan oleh Glycines Septoria yang biasanya terjadi pada musim hujan. Jamur menyebar dari tanah ke tanaman melalui percikan hujan. Curah hujan yang berlebih adalah alasan utama munculnya penyakit ini. Gejalanya berupa bintik-bintik coklat gelap pada permukaan atas dan bawah daun.

Berdasarkan fitopalogi (patologi tanaman), penyakit tanaman disebabkan oleh pathogen (penyakit menular) dan kondisi lingkungan (factor fisiologis). Ada beberapa organisme yang dapat menyebabkan penyakit menular atau hama peyakit, seperti jamur, bakteri, serta virus yang berasal dari fitoplasma, protozoa, nematode, dan tanaman parasit. Selain itu, ektoparasit seperti serangga, tungau, vertebrata seperti keong atau siput, serta hama lainnya akan mempengaruhi kesehatan tanaman dan juga manusia apabila di konsumsi.

Hama tanaman kutu kebul (Bemisia tabacci) juga sering muncul saat musim hujan. Hama tanaman ini menyebabkan pertumbuhan daun menjadi terhambat, bentuk daun menjadi berlubang-lubang. Hama ini dapat menyebabkan padi maupun tanaman hias tersebut menjadi rusak dan mati, akibatnya gagal panen dialami petani.

Hama Fungus Gnats (Bradysia species) merupakan hama yang biasanya menyerang tanaman hias saat musim hujan. Tanaman hias yang sering diserang adalah Adenium. Pembasmian hama ini dengan memberikan insektisida atau mengganti lahan tanam setiap enam bulan sekali. Selain itu, ada pula hama tanaman hias lain yang terutama menyerang anggrek yakni keong. Pada musim hujan, telur keong menetas dan berkembang biak.

Ada pula gasir, ini adalah hama tanaman yang bentuknya mirip jangkrik (Gryllidae). Biasanya hama ini menyerang bagian batang dari tumbuhan. Selain itu, bahkan ada beberapa hama yang telah muncul sebelum lahan ditanami tanaman. Misalnya adalah hama tanaman uret. Untuk mencegahnya, lebih baik lahan disemprot oleh obat-obatan sebelum ditanami.

Bahkan beberapa penyakit tanaman pada musim hujan dapat dikenali dengan melihat munculnya bercak atau bintik coklat pada permukaan atas dan bawah daun, yang akhirnya membuat daun membusuk dan mati. Penyakit ini dapat disebabkan oleh jamur ataupun bakteri.

Bintik-bintik hitam kecil pada bunga tanaman hias, khususnya pada bunga anggrek, yang disebabkan oleh jamur cinerea Botrytis. Virus juga dapat merusak tanaman anggrek, gejalanya berupa bercak kuning ke merah-merahan pada daun. Satu-satunya cara untuk mengendalikan virus ini adalah dengan pencegahan, isolasi dan pembuangan daun yang terinfeksi agar tidak menyebar ke daun lainnya.

Related posts