Bank Pundi Genjot Kredit Sektor UMKM - Lima Bulan Salurkan Rp200 miliar

Lima Bulan Salurkan Rp200 miliar

Bank Pundi Genjot Kredit Sektor UMKM

Jakarta,

Bank Pundi selama lima bulan berupaya keras memacu penyaluran kredit, khususnya sektor UMKM. Bahkan realisasi kredit mikro baru mencapai Rp200 miliar dengan sekitar 1.900 jumlah account/NOA (sejak Oktober 2010 hingga Februari 2011). "Sejak Oktober 2010 yang lalu hingga Februari 2011, Bank Pundi berhasil menyalurkan pembiayaan ke kredit mikro baru sekira Rp200 miliar,” ujar Direktur Utama Bank Pundi Gandhi G Putra Ismail, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Lebih jauh kata Gandhi, mayoritas kredit yang disalurkan ke sektor UKM dan merupakan debitur perorangan. “Ya memang sebagaian besar fokusnya ke UMKM dan debitur perorangan,," tambahnya.

Gandhi menambahkan, model bisnis yang baru, relatif baru dijalankan sejak akhir Oktober 2010 yang lalu. Strategi yang ditempuh adalah menghentikan seluruh kredit lama yang sebagian besar merupakan kredit komersial dan mengalihkan ke pembiayaan mikro.

Menyinggung soal NPL di masa lalu, kata Gandhi, Bank Pundhi sukses menekan NPL sekitar Rp230 miliar meski memang perseroan mengalami penyusutan keuntungan. "Untuk mencapai NPL nett tersebut, perseroan telah membukukan pencadangan sekitar Rp230 miliar, yang tentunya menggerus keuntungan perseroan,” jelasnya.

Yang jelas, kata Gandhi lagi, perhitungan ini sudah sesuai dengan target bisnis bank saat itu. “Skenario ini sudah sesuai dengan rencana bisnis bank ketika akuisisi dilakukan dan diyakini akan menyehatkan kondisi bank," tegasnya.

Secara unaudited, per akhir Desember 2010, proses recovery atas kredit macet yang terjadi di masa lalu berhasil mengembalikan dana sebesar Rp60 miliar, yang antara lain dilakukan melalui collection, eksekusi agunan dan menurunkan jumlah AYDA. Sehingga mendorong turunnya tingkat non performing loan (NPL) hingga sekitar 1,6% nett (unaudited) pada akhir Desember 2010 dari sebelumnya 4,6% ketika akuisisi dilakukan.

Adapun catatan per akhir Desember 2010 (secara unaudited) mulai menunjukan pencairan kredit mikro dan hasil restrukturisasi kredit. Ditambahkan Gandhi, tiga bulan sejak akuisisi Bank Eksekutif oleh Recapital Group merupakan tahap konsolidasi internal **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pertemuan IMF-World Bank, BI Sepakat Perkuat Kerjasama

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional dalam Pertemuan Tahunan International…

Dukung Nasabah Bisnis, CIMB Niaga Hadirkan BizChannel

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah…

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…