Kualitas Cadangan Devisa Menurun

NERACA

Jakarta----Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia diakui cukup untuk menghadapi gejolak krisis global yang dipicu Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Namun sayang secara kualitas cadev Indonesia dinilai mengalami penurunan. "Memang BI masih yakin kalau cadangan devisa kuat hadapi krisis, kuantitasnya mungkin tidak akan terkuras banyak, tetapi kalau dilihat kualitasnya sudah berkurang banyak," kata ekonom Inti Air , Yanuar Rizki kepada wartawan di Jakarta.

Lebih jauh kata Yanuar, penurunan kualitas cadangan devisa lebih disebabkan operasi moneter yang selama ini dilakukan Bank Indonesia (BI) selama ini, terutama di pasar sekunder dan valuta asing. "BI memang sudah seharusnya melakukan operasi moneter di pasar, tetapi bukan hanya dengan itu saja. BI juga perlu menjaga kestabilan pasar dengan menjaga struktur pasar dan melihat persaingan perbankan," terangnya

Menurut Yanuar, melihat peta persaingan perbankan penting karena 90% dana di Indonesia masih berputar di perbankan, sedangkan sisanya di lembaga keuangan nonbank seperti asuransi dan multifinance. Seperti diketahui, cadangan devisa memang berkurang banyak sejak USD124 miliar di Agustus, dan kini hanya berada di angka USD111,3 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution optimis cadev Indonesia tahun depan (2012) tetap aman dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia. Bank sentral tetap yakin bahwa cadev akan setara dengan sekira tujuh bulan ekspor-impor. "Impor kita tahun depan pasti akan naik, tetapi masih aman untuk sekira tujuh bulanan (ekspor impor). (Cadev) bukan hanya untuk biayai impor saja, tetapi juga kebutuhan pemerintah seperti bayar impor dan utang pemerintah," ungkapnya

Meski tidak mengingat angka pasti neraca pembayaran Indonesia, Darmin menyebut balance of payment (BOP) Indonesia sampai saat ini masih dalam keadaan surplus, demikian pula tahun depan. "Saya enggak hapal angkanya, sekitar USD12-20 miliar (surplus) mungkin ya, kalau enggak salah," imbuhnya

Berdasarkan catatan, saat ini posisi cadangan devisa Indonesia per awal Desember diperkirakan berada di angka USD111 miliar atau setara dengan 6,4 bulan ekspor-impor.

Sementara itu, Chief Ekonomi Bank BNI Ryan Kiryanto memprediksi kemungkinan besar tahun depan cadev akan terus menguat dan bahkan dapat menembus USD175 miliar. "Cadangan devisa 2012 bisa mencapai USD175 miliar seiring dengan beberapa kebijakan,"paparnya

Optimisme kenaikan cadangan devisa ini, menurut Ryan didorong oleh diterapkannya aturan oleh Bank Indonesia (BI) mengenai kewajiban menyimpan valuta asing (valas) di bank dalam negeri.

Mulai tahun depan, BI memang akan mengesahkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) baru yang mengharuskan eksportir untuk menyimpan valas dari hasil kegiatannya di bank dalam negeri. Meski tidak ada kewajiban menyimpan devisa tersebut, tetapi BI yakin langkah ini dapat membuat likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri bertambah. "Arus modal asing (Foreign Direct Investment) juga akan menyusul (masuk) diraihnya peringkat investment grade BBB-," lanjut Ryan. **cahyo

Related posts