DPD Kritik Anggaran Kunker DPR

NERACA

Jakarta---Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengkritik anggaran kunjungan kerja (kunker) DPR yang dinilainya terlalu besar dan tak sebanding dengan kinerjanya. Apalagi angka Rp 265 miliar untuk 2012 sangatlah besar. "Saya bisa katakan anggaran kunjungan kerja DPR sangat besar,” kata Ketua DPD, Irman Gusman dalam sambutan refleksi akhir Tahun DPD-RI,22/12

Menurut Irman, kinerja DPR saat ini terus mendapat sorotan masyarakat. Karena dinilai banyak menghaburkan dana saja. “Apalagi jika dibandingkan dengan pendapatan masyarakat yang masih rendah, tentu ini memprihatinkan," tambahnya

Lebih jauh kata Irman, DPR bersama pemerintah perlu mengubah sistem penganggaran. Karena saat ini perkiraan anggaran berbentuk alokasi dan jumlahnya terlalu membengkak dari yang dibutuhkan. "Sistem perencanaan anggaran kita harus dibenahi. Perencaaan anggaran kita buruk belum lagi kita bicara kualitas," ungkapnya

Setelah sistem penganggaran diperbaiki, lanjut Irman, tentu peluang memainkan celah anggaran kian kecil. "Kita benahi perencanaan anggaran, kita hindari penyimpangan, baru kita bicara efisiensi. Jadi dirapikan dulu semuanya," lanjutnya.

Sementara itu, anggota komisi II DPR, Malik Haramain menilai anggaran kunker DPR itu disesuaikan daerah lokasi kunjungan kerja masing-masing anggota dewan. Sehingga setiap nggota dewan berbeda-beda kebutuhannya. “Itu tergantung dari daerah tujuan kunkernya, kalau ke luar Jawa tentu beda biayanya dengan yang di Jawa saja,”katanya.

Menurut Malik, kunker itukan sudah menjadi tugas dari anggota dewan. Artinya anggota dewan turun ke lapangan untuk mencari masukan. **cahyo

Related posts