Berawal Dari Sekadar Hobi - Alyna Home & Interior Design : HERLINA

Neraca. Bagi sebagian orang, memiliki rumah mungil diatas lahan yang terbatas, kadang sulit mendekorasinya. Namun ditangan Herlina, persoalan seakan mudah terselesaikan. Ia mampu mengubah kendala itu, menjadi sebuah karya desain yang indah. Rumah terasa nyaman, asri, bersih, dan cocok sebagai hunian keluarga, “Kuncinya adalah kreatifitas,” ungkap perempuan berdarah Palembang dan Jawa ini membuka rahasia.

Keterampilan Lina, akrab ia disapa, dimulai ketika ia bersama suami tercinta Abdul Kadir Assegaf ingin membangun sebuah rumah tempat ia membina rumah tangga. Ia pun menyadari, dengan lahan hanya seluas 120 meter persegi, ia berharap dapat membuat rumah yang nyaman bagi keluarganya, “Disain yang tepat harus saya siapkan,” demikian ia bertekad.

Sekitar lima bulan pengerjaan rumah idaman berselang, sebuah rumah mungil nan asri pun mampu ia wujudkan tahun 1997. Beberapa media cetak, tabloid maupun koran pun tertarik meliputnya. “Bangga juga hasil karya sendiri diliput media cetak,” ungkapnya tersenyum. Dan sejak itulah, ia mendalami dunia design dan interior rumah dengan bersungguh-sungguh.

Beberapa rekan bisnis dan koleganya mulai berminat meminta dirinya untuk mendisain rumah, kadang sekadar meminta saran, dan tak sedikit pula yang berharap Lina mengerjakan seluruh disain rumahnya, “Asalnya mungkin dari mulut ke mulut, lalu kian lama makin meluas,” ujar Lina yang pernah diminta ke Singapura untuk mendisain sebuah rumah. Melihat peluang bisnis yang cukup menjanjikan, Lina pun mendirikan sebuah perusahaan bernama, “Alyna Home and Interior Design,” yang hingga kini ia geluti.

Bidang property sebenarnya tak asing bagi Lina, karena sebelumnya ia memang menjalani bisnis property. “Saya dan suami memang sebelumnya berbisnis property dan beberapa hunian di Wilayah Jakarta Utara, Timur dan Selatan,” ujar ibu empat orang putra ini menjelaskan.

Dengan kemahirannya mendisain, maka semakin lengkaplah jasa yang ia tawarkan. “Kadang saat kita tawarkan property, kita tawarkan pula jasa desain kepada klien,” ungkapnya. Ia pun bersyukur, sejumlah klien yang pernah menggunakan jasanya, tetap setia.

Untuk membuat rumah yang indah, kata Lina, bukan berarti harus mahal, “Begitupun untuk membuat rumah mungil agar terasa nyaman, asri, dan bersih, bukan berarti harus merogoh kocek dalam-dalam,” ujarnya yang tetap berusaha memahami keinginan klien.

Menurut dia, rumah itu tidak perlu mahal, yang penting tetap bersih dan terlihat indah, “Pendapat bila rumah mewah pasti mahal, belum sepenuhnya benar,” ujar Lina, karena kita dapat mendisain rumah dengan cantik tapi murah. “Mendisain rumah dengan cost yang terbatas memang sulit, namun dengan kreatifitas yang tinggi, kita sebenarnya mampu menciptakan rumah yang terlihat cantik sekaligus murah,” ungkapnya menjelaskan.

Minatnya pada arsitektur rumah juga tak terlepas dari sang bunda, Ersin Sindawati. “Mama adalah orang tua yang sekaligus teman berdiskusi,” ungkapnya. Ia mengaku banyak memetik pengalaman sang bunda seputar idealnya sebuah rumah yang nyaman untuk ditempati, “Mama memang sering memberi inspirasi dan ide seputar interior dan disain rumah, yang kadang memang ada benarnya,” ucapnya tertawa.

Related posts