Honda CR-V Mobil Emisi Terbersih

Honda CR-V terpilih sebagai kendaraan berbahan bakar bensin dengan emisi terendah versi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan untuk Honda CR-V diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof.Dr. Balthasar Kambuaya, dalam acara Public Exposes Program Langit Biru 2011, Jakarta, 14 Desember 2011.

Penghargaan ini didasarkan atas hasil evaluasi Penataan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang dilakukan KLH pada bulan Mei-Agustus 2011. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya KLH dalam mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan bermotor rendah emisi dan rendah konsumsi bahan bakar berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 04 tahun 2009, dan Evaluasi merupakan bagian dari program Langit Biru yang dijalankan oleh KLH.

Langit Biru sendiri merupakan program KLH yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran khususnya yang bersumber dari kendaraan bermotor, yang menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap kualitas udara di perkotaan. Selain untuk ATPM, penghargaan juga diberikan kepada kota-kota metropolitan dan kota-kota besar dengan kualitas udara terbersih di Indonesia. Para pemenang dalam acara ini dianugerahi plakat serta sertifikat dari Menteri Lingkungan Hidup di Indonesia.

Penghargaan untuk Honda CR-V didasarkan pada pengukuran Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar dari 33 jenis kendaraan bermotor roda 4, yang terdiri dari 26 model berbahan bakar bensin dan 7 model berbahan bakar solar.

Pengukuran emisi gas buang kendaraan bermotor untuk mendapat hasil sesuai dengan standar emisi EURO maka harus dilakukan melalui tahapan siklus baku yang dikenal dengan metode uji ECE R83-04, yang mempresentasikan siklus perjalanan dalam kota dan jalan tol seperti di negara-negara eropa.

Massa emisi (mi) dalam polutan mobil yang diuji diukur dengan menggunakan persamaan: mi = Vmix x ρi x kH x Ci x 10-6 (gr/test). Dari perhitungan tersebut kadar CO (karbon monoksida) dan HC + Nox (Hidrokarbon dan Nitrogen Oksida) yang terkandung dalam emisi tiap-tiap model yang diuji. Honda CR-V tipe 2.4 A/T meraih hasil uji terbaik untuk parameter CO, yaitu hanya sebanyak 0,052 gr/km jauh di bawah ambang batas 2,20 gr/km yang ditetapkan. Sementara dari parameter HC + Nox, Honda CR-V tipe 2.4 A/T juga meraih hasil yang baik dengan hanya sebanyak 0,007 gr/km dari ambang batas 2,20 gr/km yang ditetapkan.

Kemudian setelah hasil perhitungan kandungan polusi tersebut diformulasikan ke dalam rumus Nemisi = { CO+ (HC+NOX) /2 } untuk mendapatkan peringkat kendaraan dengan tingkat emisi terbaik. Hasilnya, Honda CR-V 2.4 A/T menempati peringkat teratas dengan nilai 98,659 yang mendekati angka sempurna (100) sehingga berhak mendapatkan penghargaan emisi terbaik.

Honda CR-V mengusung berbagai teknologi terdepan yang tidak hanya menambah performa berkendara, tetapi juga memastikan operasi yang ramah lingkungan. Mesin i-VTEC pada Honda CR-V dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga mendukung efisiensi bahan bakar dan emisi yang rendah. A/F Sensor dan O2 Sensor mendukung presisi percampuran bahan bakar dan udara untuk pembakaran yang sempurna, sementara Two-Bed Catalyst dan Electric EGR Valve memastikan tingkat emisi yang bersih, sesuai dengan standar EURO 4.

“Kami bangga atas penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup atas performa emisi yang ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar yang dicapai oleh Honda CR-V. Keberhasilan ini menegaskan komitmen yang selalu diusung Honda dalam pengembangan setiap produknya, yaitu tak hanya bertenaga dan menyenangkan untuk dikendarai, tetapi juga harus ramah lingkungan dengan gas buang yang bersih dan hemat bahan bakar,” ungkap Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor.

Related posts