free hit counter

Mengendalikan Hama Tanaman Jahe

Sabtu, 24/12/2011

Neraca. Membudidayakan tanaman jahe, bukan tanpa tantangan. Dan tantangan alami adalah serangan pelbagai penyakit pada tanaman. Untuk mencegah beberapa gulma dan hama lainnya menyerang tanaman jahe, penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Saat penyemprotan pada fase pemeliharaan, biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

Beberapa hama yang dijumpai pada tanaman jahe dikenal dengan istilah kepik, serangga yang menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. Lalu ulat penggesek akar, yang menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati, dan hama kumbang.

Tanaman jahe juga mengenal beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang tanaman, sebut saja penyakit layu bakeri. Dengan gejala; mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah.

Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab.

Untuk mengendalikan, maka langkah mengkarantina tanaman jahe yang terkena penyakit adalah langkah tepat; kemudian pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik; pengendalian fungisida dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%). Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk.Next