Investasi Emas, Amankah?

Neraca. Banyak orang mengatakan bahwa investasi paling aman, terlebih kecenderung nilai emas akan terus naik dari tahun ke tahun. Rasa aman lainnya karena investasi emas selain dapat disesuaikan dengan modal keuangan yang kita miliki.

Namun amannya berinvestasi dalam bentuk emas karena beberapa faktor, seperti; nilai emas tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi, nilai emas tidak terpengaruh oleh inflasi, nilai emas tidak terpengaruh oleh keputusan pemerintah, berada diluar pengaruh sistem perbankan, semakin tinggi inflasi semakin tinggi kenaikan harga emas, sangat mudah dijual dan dicairkan menjadi uang, diterima oleh semua orang di seluruh dunia, dan harga emas selalu naik dari tahun ke tahun.

Pertanyaannya adalah, apakah kemudian emas bisa turun? Karena ini tetap instrument investasi, tentu saja jawabannya bisa turun, hanya pertanyaanya adalah kapan? Kalau kita melihat statistik harga emas dunia selama ini, penurunan dasyat terjadi ditahun 80-an dan tahun 2008 lalu.

Sementara penurunan tajam yang terjadi beberapa minggu yang lalu lebih kepada koreksi sehat karena harga jual emas dunia yang saat itu sempat naik tajam sekali menembus level resistan. Sementara dengan ketidakpastian kondisi ekonomi dunia dan melemahnya bursa dunia, emas bisa dipakai sebagai alternatif pengimbang (baca: diversifikasi) portofolio kita.

Banyak orang yang pesimistis dan mengatakan kenaikan emas tidak ada hitungan fundamentalnya. Beberapa orang-orang pintar bahkan mengatakan emas tidak bisa divaluasi, serta jumlahnya (kapitalisasi) yang tidak sebanyak instrumen keuangan lainnya seperti saham dan obligasi menyebabkan emas menjadi volatile. Pendapat tersebut sah-sah saja, karena orang bebas berpendapat, tapi yang tidak bisa dipungkiri adalah ketika cincin emas yang saya buat ditahun 1995 seharga tidak sampai Rp 1 juta, ditahun 2005 ditawar toko emas diharga Rp. 10 juta.

Anda bisa hitung sendiri berapa return hasil investasinya. Hitungan fundamental dan lain-lainnya memang penting, akan tetapi hasil akhirnya adalah, berapa harga emas ketika kita beli dan berapa harga emas ketika kita jual yang akan menentukan kenaikan aset kita.

Endy junaedy Kurniawan Advisor Gold Investment menuturkan, bahwa imbal hasil tabungan tidak pernah melewati inflasi sehingga boleh dibilang tahun demi tahun daya beli masyarakat turun. Padahal tadinya niat untuk menabung supaya bisa digunakan ditahun tertentu ternyata imbal hasilnya tidak sampai.

“Artinya yang menabung, jatuhnya rugi. Nah oleh sebab itu lebih baik investasi emas karena naiknya lebih dari inflasi. Ketika kita akan menggunakannya, misalnya untuk tujuan pendidikan dan sebagainya bisa kita jual dan nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan biaya yang diperlukan,” ungkap Endy.

Selain itu jika ingin berinvestasi dalam bentuk emas lebih baik berinvestasi dalam bentuk emas batangan. Hal ini dikarekan jika kita berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan emas itu hanya sebagai trend mode atau fashion saja. Ketika keluar model baru maka perhiasan yang lama akan dijual, jadi investasinya tidak dalam jangka panjang di mana sebaiknya investasi dalam bentuk emas itu sebaiknya untuk investasi dalam jangka waktu menengah hingga jangka waktu panjang.

Dan pada saat sekarang ini, kata Endy, masyarakat di Indonesia sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berinvestasi dalam hal lain secara daripada menabung dibank. “Orang makin sadar bahwa menabung tidak memberikan imbal hasil yang cukup, jadi di Indonesia sendiri kesadaran untuk berinvestasi sudah mulai bagus. Cuma kalau pun emas dianggap sebagai investasi pilihan silahkan selebihnya masyarakat bisa pilih reksa dana kemudian sukuk ritel, obligasi dan sebagainya,” jelasnya.

Laporan bulan Januari 2010 jumlah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan turun Rp 40 triliun di Indonesia, ini dikarenakan kesadaran berinvestasi masyarakat yang sudah tinggi. “Tingkat kesadaran investasi yang tinggi tersebut dikarenakan tingkat taraf edukasi masyarakat dari hari ke hari semakin tinggi dimana dengan edukasi yang terus dilakukan oleh berbagai pihak membuat orang berpikir untuk mulai memikirkan masa depan dengan mempunyai plan yang baik,” jelas dia.

Secara historis, harga emas di Indonesia secara konstan memang terus meningkat. Saat ini harga logam mulia sudah bertengger diatas Rp 500,000 per gram sementara tahun lalu masih berkisar antara Rp 390.000-Rp 420.000, maka dapat dilihat, hanya kurang dari satu tahun, di tahun 2011 ini kenaikan harga emas dunia dan terutama logam mulia sudah diatas 25%. Kalau kita hitung dengan menggunakan rata-rata kenaikan 20% per tahun, maka tidak heran kalau ditahun 2015 harga logam mulia bisa mencapai Rp. 1 juta per gram. Tertarik?

Related posts